Suasana aktivitas di SMPN 6 Kintamani, Bangli. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – SMPN 6 Kintamani memangkas kuota rombongan belajar (rombel) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai langkah awal sekolah untuk menghapus sistem double shift demi memenuhi ketentuan pemerintah yang menargetkan penghapusan sistem tersebut pada tahun 2029.

Kepala SMPN 6 Kintamani, I Wayan Mustapayasa, mengatakan sesuai ketentuan tahun 2029 sekolah sudah tidak boleh lagi melaksanakan kegiatan belajar double shift. Oleh karena itu mulai tahun ini pihaknya mulai memangkas kuota SPMB sebanyak 2 rombel. “Dari yang sebelumnya membuka 9 rombel, tahun ini kami hanya membuka 7 rombel,” ujar Mustapayasa, Kamis (4/6).

Baca juga:  Banyak Siswa Miskin Tak Diterima di Negeri, Diusulkan Penambahan 4 Siswa Per Rombel

Sekolah juga menerapkan kebijakan relaksasi kuota per kelas. Kapasitas satu rombel yang standarnya diisi 32 siswa, kini ditingkatkan menjadi 35 siswa. Dengan relaksasi itu total daya tampung yang disediakan SMPN 6 Kintamani pada SPMB tahun ini sebanyak 245 siswa. “Kalau satu kelas tetap kita isi 32 orang, akan banyak anak di zona kita yang tidak dapat sekolah,” ujarnya.

SMPN 6 Kintamani saat ini hanya memiliki 18 ruang kelas. Kondisi ini membuat pihak sekolah terpaksa membagi jam belajar, di mana siswa kelas 8 dan 9 masuk pagi, sedangkan siswa baru kelas 7 harus masuk siang.

Baca juga:  Pulau Dewata Bikin Jatuh Cinta Jurnalis asal Jepang

Agar seluruh siswa bisa masuk pagi, pihak sekolah telah mengajukan usulan bantuan penambahan Ruang Kelas baru ke pemerintah. Menurut Mustapayasa jika usulan disetujui, dan sekolahnya bisa diberi tambahan 9 ruang kelas baru maka sekolahnya bisa kembali ke kuota normal 9 rombel dan seluruh siswa bisa masuk pagi. Namun jika belum ada bantuan, maka jumlah rombel tahun depan akan kembali dikurangi, tergantung jumlah lulusan SD di desa pendukung.

Baca juga:  Sering Diseruduk Truk Logistik, DLH Karangasem Pangkas Pohon Perindang

Sementara itu SPMB dijadwalkan dibuka Juni ini. Saat ini SPMB belum memasuki tahapan pendaftaran. “Pendaftaran belum. Juknis sudah turun,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN