
DENPASAR, BALIPOST.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Denpasar telah diterima oleh 233.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari siswa, guru atau tenaga pendidik (tendik), ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Untuk mendukung program ini telah ada 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di empat kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gde Wiratama saat diwawancarai, Selasa (2/6), mengatakan, dari total 233.321 orang penerima MBG di Denpasar, kategori siswa mendominasi sebagai penerima manfaat terbesar. Total jumlah siswa yang menerima yakni 196.503 orang dari jenjang TK hingga SMA/K.
Adapun sebarannya di masing-masing kecamatan yakni, Denpasar Selatan sebanyak 18.252 siswa, Denpasar Timur 21.806 siswa, Denpasar Utara 23.174 siswa, serta Denpasar Barat sebanyak 43.756 siswa.
Kemudian, MBG juga diterima oleh guru atau tenaga pendidik dengan jumlah penerima 14.726 orang. Rinciannya yakni Denpasar Selatan 1.276 orang, Denpasar Timur 1.586 orang, Denpasar Utara 1.780 orang, serta Denpasar Barat 3.179 orang. “Selain itu, program ini juga menyasar ibu hamil sebanyak 1.233 orang dan ibu menyusui sebanyak 2.392 orang serta 18.917 balita,” kata Agung Wiratama.
Penyaluran MBG dilakukan melalui sejumlah SPPG yang tersebar di masing-masing kecamatan. Sebarannya yakni di Kecamatan Denpasar Selatan terdapat 14 titik layanan SPPG, dengan 13 SPPG yang sudah beroperasi, dan 1 SPGG masih dalam proses. SPPG di Denpasar Selatan ini telah melayani sebanyak 20.892 orang.
Lalu di Denpasar Timur terdapat sebanyak 12 SPPG dan telah melayani sebanyak 25.162 orang. Di Denpasar Utara terdapat sebanyak 12 SPPG dan telah melayani 28.949 orang. Sementara, di Denpasar Barat terdapat 11 SPPG, dimana yang telah beroperasi sebanyak 10 SPPG dengan total pelayanan kepada 23.099 orang.
Dengan itu, total jumlah SPPG di Denpasar sebanyak 49 unit dengan 2 diantaranya masih belum beroperasi. Dari jumlah SPPG tersebut, jumlah tenaga kerja meliputi pegawai sebanyak 1.842 orang dan tenaga keamanan sebanyak 35 orang.
“Khusus di sekolah, program ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi siswa, tenaga pendidik dan staf sekolah sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan,” terang Agung Wiratama. (Widiastuti/balipost)










