I Gede Eka Sudarwitha. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemkab Badung akhirnya mematangkan rencana pembangunan rumah singgah. Langkah ini sebagai solusi penanganan masalah sosial yang selama ini belum tertangani optimal.

Fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi pusat pembinaan bagi gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kerap muncul di wilayah Gumi Keris. Selama ini, ketiadaan rumah singgah membuat Pemkab Badung kerap kewalahan dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengakui pentingnya keberadaan rumah singgah. Selain untuk penanganan gepeng, fasilitas ini juga akan difungsikan sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga yang mengalami konflik keluarga maupun permasalahan sosial lainnya.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ST Manggala Tunas Bhakti

“Sesuai arahan Pak Bupati, kami berproses untuk bangun rumah-rumah singgah. Rumah singgah ini yang dapat mungkin sekaligus berfungsi sebagai rumah berdaya,” ujar Sudarwitha pada Selasa (2/6).

Saat ini, Pemkab Badung melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Perkim) masih melakukan seleksi terhadap sejumlah lokasi strategis yang akan dijadikan tempat pembangunan. Penentuan lokasi dilakukan secara cermat agar fasilitas tersebut benar-benar efektif dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. “Anggarannya sudah disiapkan, jadi sekarang penentuan titik koordinat pastinya masih harus melewati tahapan survei yang mendalam,” ucapnya.

Baca juga:  Pantau Pelaksanaan Pilkada Badung 2020, Sekda Adi Arnawa Pastikan Pilkada Aman dan Patuhi Prokes

Sudarwitha menjelaskan, proses penentuan lokasi mengacu pada kajian kelayakan atau feasibility study yang telah dilakukan sebelumnya oleh Dinas Perkim. Dalam kajian tersebut, terdapat tiga wilayah kecamatan yang dinilai layak menjadi lokasi pembangunan.

“Kebetulan juga di tahun 2018 dan di tahun 2019 sudah dilakukan feasibility study oleh Dinas Perkim. Itu sudah ada plotting area di Kecamatan Petang, Abiansemal, atau Mengwi yang layak untuk dibangun semacam rumah singgah dimaksud,” katanya.

Saat ini, Dinsos Badung fokus menindaklanjuti rekomendasi teknis dari hasil studi tersebut. Tahapan berikutnya mencakup penyesuaian desain hingga ukuran bangunan agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Meski demikian, pihaknya belum merinci lokasi pasti maupun besaran anggaran yang akan digunakan dalam proyek ini. Namun, ia memastikan bahwa seluruh perencanaan sudah berada pada jalur yang tepat.

Baca juga:  Ingin Peroleh Dana Hibah Ogoh-ogoh Badung? Siapkan Persyaratan Ini

“Sebenarnya kami tinggal melanjutkan hasil penyusunan atau kajian feasibility study dimaksud, termasuk luasannya, termasuk model bangunan itu sudah ada. Jadi kita tinggal langkah berikutnya lah untuk bangunan rumah singgah. Namun sesuai rencana progres pengerjaan akan dilakukan 2027 mendatang,” imbuhnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN