
DENPASAR, BALIPOST.com – Kejahatan jalanan termasuk begal menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Bahkan, Polda Bali mengultimatum pelaku begal dan akan menindak tegas terukur untuk memastikan situasi kamtibmas kondusif demi mendukung pembangunan serta stabilitas ekonomi Bali.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya dengan tegas mengatakan tidak ada tempat bagi pelaku begal di wilayah Bali. Pihaknya akan bertindak tegas terukur demi keselamatan masyarakat dan anggota lapangan.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi, Jumat (29/5) menyampaikan komitmen tersebut untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan dari aksi kejahatan jalanan seperti curas, curat, curanmor maupun tindak kriminalitas lainnya yang meresahkan.
Sebagai langkah konkret, Polda Bali bersama polres jajaran telah membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) di masing-masing wilayah untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat dan penanganan kejahatan jalanan. Unit ini bergerak secara mobile, melakukan patroli hunting, pemantauan titik rawan, serta respons cepat apabila terjadi gangguan kamtibmas.
“Tim Unit Reaksi Cepat telah dibentuk para kasat dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Bali. Selain itu, kami juga meningkatkan kegiatan patroli pada jam-jam rawan, khususnya malam hingga dini hari, dengan pola patroli gabungan fungsi Samapta, Reskrim, dan jajaran polsek,” ujarnya.
Setiap polres juga melakukan pemetaan daerah rawan kriminalitas berdasarkan analisa dan evaluasi kejadian yang terjadi di wilayah masing-masing. Termasuk melaksanakan operasi kepolisian secara berkelanjutan untuk menekan angka kejahatan jalanan. “Kami memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Terhadap para pelaku kejahatan, tentunya akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata AKBP Rina.
Polda Bali juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan diri dan lingkungan, salah satunya dengan memasang CCTV di rumah, tempat usaha, maupun lingkungan sekitarnya. Ini penting sebagai langkah pencegahan dan membantu proses pengungkapan apabila terjadi tindak pidana. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Polda Bali tidak akan memberikan ruang terhadap pelaku kejahatan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat di Bali,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










