Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore (20/5) ditutup melemah dipimpin oleh saham-saham sektor basic materials (barang baku). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah seiring aksi ambil untung atau profit taking pelaku pasar menjelang libur dan cuti bersama memperingati hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

IHSG ditutup melemah 76,16 poin atau 1,23 persen ke posisi 6.130,19. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,81 poin atau 1,71 persen ke posisi 620,40.

“Pemicu pelemahan indeks antara lain karena profit taking menjelang libur dan rebalancing MSCI,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (26/5) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Industri Otomotif Jatim di Kuartal I 2025 Tumbuh Positif

Dari mancanegara, serangan terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran Selatan dengan menargetkan lokasi rudal Iran, serta kapal-kapal yang diduga berupaya menempatkan ranjau, di tengah menguatnya harapan perdamaian, menjadi sentimen negatif bagi pasar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS, meskipun indeks dolar AS juga melemah.

Di sisi lain, harga minyak mentah yaitu jenis Brent menguat 1,97 persen dan WTI melemah 4,97 persen.

“Sehingga, diperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan Jumat (29/5/2026),” ujar Ratna.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Baca juga:  Harus Diperkuat, Ekonomi Pendamping Pariwisata

Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,28 persen.

Sedangkan, sepuluh sektor melemah yaitu sektor industri paling dalam sebesar 3,66 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang konsumen non primer yang turun masing-masing sebesar 2,30 persen dan 2,27 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MGNA, ARTA, NZIA, ELFI dan AWAN. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MSIN, RISE, TALF, BHAT dan ASPR.

Baca juga:  Saham Barang Baku-Energi 'Rebound,' IHSG Ditutup Menguat 67,11 Poin

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.964.477 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,88 miliar lembar saham senilai Rp18,09 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 447 saham menurun, dan 133 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 188,19 poin atau 0,29 persen ke 64.970,00, indeks Shanghai melemah 7,20 atau 0,17 persen ke 4.145,27, indeks Hang Seng melemah 6,58 poin atau 0,03 persen ke posisi 25.599,45, dan indeks Straits Times menguat 41,75 poin atau 0,82 persen ke posisi 5.028,80. (kmb/balipost)

BAGIKAN