Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan uang saku bagi peserta program Magang Nasional Tahun 2026 masih akan dibayarkan penuh oleh pemerintah dan belum melibatkan perusahaan mitra.

“Iya, belum ada sharing (dengan perusahaan mitra Magang Nasional). Uang sakunya sama sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi ada upah minimum kota/kabupaten (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP),” kata Menaker Yassierli dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (26/5).

Baca juga:  Kondisi Lapangan Kerja Indonesia Tetap Tangguh Pada 2025

Adapun Menaker sebelumnya sudah mengonfirmasi bahwa Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui anggaran dan kuota peserta Magang Nasional 2026 sebesar 150 ribu orang.

Meski demikian, ia mengatakan pihaknya juga masih mengkaji usulan terkait kontribusi uang saku untuk peserta Magang Nasional yang dibagi antara pemerintah dengan perusahaan mitra penyelenggara program.

“Tapi kita ingin keterlibatan dari perusahaan nanti lebih intens dan nanti mekanisme mentorship, mekanisme evaluasinya akan kita buat lebih dalam,” ujar Menaker Yassierli dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Menaker Tanggapi Dugaan PHK Produsen Mie Sedaap

Adapun pembagian peran dalam pembayaran uang saku peserta Magang Nasional antara pemerintah dan perusahaan diungkapkan oleh Menaker pada akhir April lalu.

“Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya, dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” ujarnya.

Di sisi lain, Yassierli mengatakan pemerintah juga segera mempersiapkan rangkaian kegiatan (timeline) bagi lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi yang berminat mengikuti Magang Nasional 2026.

Baca juga:  Negara-Negara Pasifik Perlu Kemitraan Kuat

Adapun Menaker menargetkan pelaksanaan program Magang Nasional 2026 Tahap I bisa berjalan pada Juli.

“Dan insya Allah, Juli kita bisa jalan ya, untuk batch pertama angkatan kedua kita (Magang Nasional) 2026 dengan target 50 ribu orang. Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir,” kata Menaker Yassierli. (kmb/balipost)

BAGIKAN