
TANGERANG, BALIPOST.com – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sempat ditahan Israel telah tiba dengan selamat di Indonesia pada Minggu (24/5).
Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menyambut kedatangan 9 WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
“Sembilan saudara-saudara kita tersebut tiba dengan selamat di tanah air. Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan koordinasi dari semua pihak,” kata Sugiono.
Ia mengatakan keberhasilan pembebasan dan pemulangan para WNI itu merupakan hasil koordinasi intensif pemerintah RI.
“Keberhasilan evakuasi dan pembebasan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia secara berlapis,” ujarnya.
Menurut Sugiono, Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Pelindungan WNI mengoptimalkan jalur diplomasi dengan melibatkan lima perwakilan RI di kawasan strategis.
Kelima perwakilan tersebut adalah Kedutaan Besar RI (KBRI) Ankara, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma.
Sugiono juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Turkiye, Yordania, dan Mesir yang membantu proses penjemputan sembilan WNI tersebut dari Ashdod, Israel.
Ia menegaskan Indonesia mengecam keras pencegatan kapal GSF di perairan internasional serta perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan selama penahanan oleh militer Israel.
“Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” kata Sugiono.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari menyebut sembilan WNI tersebut sebagai pahlawan.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap Palestina.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan pemerintah serta rakyat Indonesia,” kata Al-Sattari, seraya menambahkan dirinya percaya Palestina akan segera merdeka.
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyampaikan kapal misi kemanusiaan GSF 2.0 yang membawa sembilan WNI dicegat militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada 18 Mei 2026.
Para WNI tersebut kemudian ditahan di kota Ashdod, Israel.
Setelah serangkaian langkah diplomatik dan kekonsuleran yang dilakukan pemerintah RI bersama berbagai pihak, termasuk GSF dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI itu dibebaskan pada 21 Mei 2026.
Mereka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turkiye, sebelum kembali ke Indonesia. (kmb/balipost)










