Para pedagang pasar senggol mencari posisi lapak baru mereka yang menggunakan sistem kode dan nomor. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Relokasi sementara Pasar Senggol Tabanan ke kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya mulai dilakukan Kamis (21/5). Menjelang pemindahan, atau Rabu (20/5), sejumlah pedagang tampak kebingungan mencari posisi lapak baru mereka yang menggunakan sistem kode dan nomor.

Bahkan sebagian pedagang harus datang sejak pagi untuk memastikan lokasi tempat berjualan di area baru tersebut. Selain menyesuaikan arah lapak, pedagang juga mulai menata ukuran tempat berjualan yang dinilai lebih sempit dibanding lokasi lama di kawasan Jalan Gajah Mada.

Salah seorang pedagang, H. Senit, mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 08.00 WITA untuk mencari lapak barunya. Pedagang chili oil dan telur gulung yang sudah berjualan selama tujuh tahun itu menyebut perpindahan lokasi dipastikan berdampak terhadap jumlah pengunjung.

Baca juga:  Dinas Pertanian dan Pangan Badung Gelar Mini Badung Promo Tani

“Jujur saja lebih ramai di tempat lama. Pasti ada perbedaan karena pindah ke tempat baru. Tapi sebagai masyarakat kami tetap mengikuti aturan,” ujarnya.

Warga Banjar Taman Sari itu memperkirakan para pedagang akan menempati lokasi sementara selama enam bulan sembari menunggu revitalisasi Terminal Pesiapan rampung. Setelah proyek selesai, seluruh pedagang direncanakan dipindahkan ke terminal tersebut.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat mengetahui lokasi baru pasar senggol. “Rugi kalau tempat strategis tapi pengunjung tidak ada,” katanya.

Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Choirudin. Pedagang yang berjualan sejak 2001 itu memprediksi omzet akan menurun pada awal relokasi karena pelanggan masih mencari-cari posisi lapak baru. “Kalau di tempat lama pelanggan sudah tahu. Sekarang tentu harus penyesuaian lagi,” jelasnya.

Baca juga:  4 Pecahan Uang Kertas dari 3 TE Ini Bisa Ditukar hingga 30 April 2025

Sementara itu, Sekretaris Manajemen Pasar Senggol Tabanan, Agung Swadana mengatakan, relokasi dilakukan karena kawasan Jalan Gajah Mada akan direvitalisasi sehingga sementara tidak memungkinkan digunakan untuk aktivitas pasar malam. Karena itu, seluruh aktivitas pasar senggol dipindahkan sementara ke kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya mulai Kamis sore pukul 16.00 WITA.

Ia menyebut, jumlah pedagang yang terdaftar mencapai 186 orang. Sebelum relokasi dilakukan, pengelola telah melakukan sosialisasi sekaligus mengingatkan pedagang agar mematuhi aturan terutama terkait pengelolaan sampah. “Hanya residu yang diserahkan ke pengelola. Sampah organik dan anorganik dikelola masing-masing pedagang,” ujarnya.

Baca juga:  Endek Bali Mendunia di Masa Pandemi Covid-19

Selain itu, pengelola juga menyiapkan bantuan transportasi untuk mempermudah proses pemindahan barang dagangan para pedagang.

Diberitakan sebelumnya, relokasi pedagang senggol menjadi bagian dari proyek besar penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan dengan total anggaran mencapai Rp60 miliar. Rinciannya, Rp30 miliar dialokasikan untuk penataan Jalan Gajah Mada dan Rp30 miliar lainnya untuk revitalisasi terminal.

Penataan Jalan Gajah Mada meliputi pavingisasi, pembangunan trotoar, hingga penataan kawasan Catus Pata atau Catur Muka Kota Tabanan. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan awal Juni 2026 setelah proses tender rampung, dengan target penyelesaian akhir Desember 2026. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN