
SINGASANA, BALIPOST.com – Misteri hilangnya I Made Dibia (84), pendaki lansia asal Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, akhirnya terungkap setelah tim pencarian mencium aroma menyengat dari dasar jurang di kawasan Gunung Batukaru.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kedalaman sekitar 100 meter pada Sabtu (9/5) siang sekitar pukul 14.00 Wita. Namun proses evakuasi baru dapat dilakukan Minggu (10/5) pagi akibat medan curam dan cuaca berkabut disertai hujan. Evakuasi melibatkan Tim SAR Gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD Tabanan, dan relawan. Petugas harus menggunakan teknik vertical rescue untuk menjangkau lokasi korban di dasar jurang.
Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Made Tama, mengatakan kondisi jenazah sudah membusuk karena korban diperkirakan telah hilang selama 15 hari. “Posisi jenazah berada di kedalaman sekitar 90 sampai 100 meter dan kondisinya sudah membusuk,” ujarnya.
Menurut Tama, awalnya tim menduga bau menyengat di lokasi berasal dari bangkai hewan liar. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, sumber aroma ternyata berasal dari jasad korban yang berada di dasar jurang.
Untuk proses evakuasi, dua personel rescuer diturunkan menggunakan tali khusus sambil membawa kantong jenazah. Setelah korban dibungkus, jasad kemudian ditarik perlahan ke atas tebing. “Evakuasi dilakukan dengan teknik vertical rescue karena medan sangat ekstrem,” imbuhnya.
Seluruh proses evakuasi selesai sekitar pukul 12.30 Wita. Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Setra Desa Jegu untuk diserahkan kepada pihak keluarga.(Puspawati/balipost)










