Penandatanganan PKS antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dengan Kooperasi.com, di UPTD PLUT KUMKM Provinsi Bali, Kamis (7/5). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM Bali mulai memperkuat langkah digitalisasi koperasi dan pengembangan UMKM berkelanjutan melalui peluncuran Program Inkubasi Hijau bertema “Hilirisasi Inovasi dan Jejaring Usaha Berkelanjutan” yang digelar di UPTD PLUT KUMKM Provinsi Bali, Kamis (7/5).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kickoff program UMKM Juara sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dengan platform Kooperasi.com. Kolaborasi ini disebut sebagai awal gerakan digitalisasi koperasi di Bali.

Sebanyak 15 tenant dinyatakan lolos seleksi dan kurasi untuk mengikuti program inkubasi penuh ini. Para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif mulai dari mentoring, penguatan kapasitas usaha, validasi model bisnis, pengembangan pasar, hingga penguatan jejaring kolaborasi.

Baca juga:  Curi Sejumlah Motor, Residivis Curanmor Ditangkap di Jatim

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh mengatakan digitalisasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari, mulai dari pelaporan keuangan, operasional harian, hingga akses pemasaran usaha.

Karena itu, pihaknya juga akan memperkuat pelatihan digitalisasi bagi koperasi dan UMKM agar lebih familiar dengan perkembangan teknologi informasi.

Tri Arya mengungkapkan koperasi simpan pinjam di Bali umumnya sudah menggunakan aplikasi digital untuk pengelolaan keuangan. Namun koperasi sektor riil masih banyak yang belum menerapkan digitalisasi secara menyeluruh.

“Ada beberapa koperasi yang sudah melakukan perekrutan anggota secara digital melalui aplikasi, tetapi memang belum merata,” ujarnya.

Baca juga:  Galian C Ilegal Digerebek di Kubu

Terkait Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), ia menyebut digitalisasi juga menjadi target utama pemerintah karena seluruh pelaporan koperasi tersebut sudah menggunakan sistem Simkopdes.

Dari total 716 Kopdes Merah Putih di Bali, saat ini baru sekitar 169 yang dikategorikan aktif. Pemerintah pun terus mendorong penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi agar pemberdayaan koperasi desa berjalan lebih masif.

“Semua Kopdes Merah Putih sudah memiliki akun Simkopdes. Jadi sebenarnya mereka sudah mulai mengenal digitalisasi, tinggal bagaimana penguatan dan intensifikasi pemanfaatannya,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Kooperasi.com Bali, Windha Putri, mengatakan pihaknya hadir untuk membantu percepatan digitalisasi koperasi, baik koperasi baru maupun koperasi existing di Bali. “Harapannya ini menjadi gerakan awal untuk mendigitalisasi koperasi-koperasi di Provinsi Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Kwarda Pramuka Bali Luncurkan Sistem Data Digital

Menurut Windha, banyak koperasi di Bali masih belum terdigitalisasi, terutama dalam tata kelola anggota dan sistem pencatatan keuangan. Bahkan koperasi simpan pinjam maupun koperasi sektor riil masih banyak yang menjalankan operasional secara manual.

Melalui kerja sama tersebut, pihaknya menyediakan pelatihan, pendampingan, hingga program Standardisasi Koperasi Operasional (SKO). Program itu juga melibatkan perbankan dan lembaga keuangan untuk memperkuat literasi pencatatan dan akses pembiayaan koperasi.

“Kami juga menyiapkan business matching dan membantu akses permodalan bekerja sama dengan salah satu bank Himbara,” jelasnya. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN