Gubernur Bali, Wayan Koster membukan Musprov XII INKINDO Bali di Hotel Prama Sanur, Rabu (6/5). (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini tengah fokus membangun dan membenahi infrastruktur di Pulau Dewata. Pemprov memprioritaskan sumber daya lokal yang berintegritas, berkualitas dan teruji kinerjanya.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) XII INKINDO Bali di Hotel Prama Sanur, Rabu (6/5).

Yang terdekat kata Koster, pembangunan jalan nasional under/overpass Jimbaran di tahun 2026-2027 dan pembangunan lanjutan jalan shortcut titik 11 dan 12 Singaraja- Mengwitani serta beberapa proyek infrastruktur lainnya.

Ia berharap seluruh proyek infrastruktur tersebut selesai dibangun sebelum masa jabatannya di periode ke-2 berakhir pada 2030 mendatang. “Jadi ini semua saya kebut. Terus saya koordinasikan dengan pusat,” jelasnya.

Kemudian untuk memastikan pembangunan di Pulau Dewata berjalan dengan baik tentu memerlukan sinergitas dan dukungan dari semua pihak termasuk para konsultan dan kontraktor lokal di Bali.

“Kita selalu memprioritaskan sumber daya lokal asalkan berintegritas, kualitasnya bagus dan teruji. Jarang sekali kita ambil dari luar kecuali kalau memerlukan spesifikasi khusus yang tidak ada di Bali,” ungkapnya.

Baca juga:  FSBJ Wujud Keberpihakan Gubernur Koster Terhadap Seni Modern

Koster menyampaikan sumber daya lokal harus diprioritaskan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bali khususnya konsultan dan kontraktor lokal Bali.

“Maksudnya lokal Bali bukan harus orang Bali tapi siapapun yang berdomisili di Bali, membayar pajak di Bali dan dapat meningkatkan perputaran ekonomi di Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung pembangunan di Provinsi Bali. Ia meminta agar kualitas konsultan yang ada di Bali semakin ditingkatkan. INKINDO diharapkan dapat memberikan masukan dan pemikiran dalam pembangunan infrastruktur Bali ke depan.

Agenda utama Musprov XII INKINDO Bali merumuskan arah organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026–2030, di tengah dorongan penguatan peran konsultan dalam pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Musprov mengusung tema “Sinergitas dan Profesionalisme Jasa Konsultan yang Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”. Terdapat dua nama yang maju dalam kontestasi tersebut, yakni Ketut Agus Karmadi yang membawa visi mewujudkan organisasi konsultan profesional, berintegritas, solid, dan berdaya saing global, serta Rai Hartana dengan visi menjadikan INKINDO Bali yang profesional, inovatif, adaptif, dan berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Bali.

Baca juga:  Gubernur Koster Tegaskan Bali Emisi Nol Bersih 2045 Percepat Terwujudnya "Nangun Sat Kerthi Loka Bali"

Ketua DPD INKINDO Bali periode 2022–2026, I Gusti Made Palguna, menegaskan Musprov tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga ruang konsolidasi menghadapi tantangan dunia jasa konsultansi yang semakin kompleks.

Ia menyebut jumlah anggota aktif INKINDO Bali saat ini sekitar 110 badan usaha, namun mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat ketatnya regulasi perizinan dan sertifikasi tenaga ahli yang juga terjadi secara nasional.

“Ini bukan hanya fenomena lokal, tetapi juga nasional. Namun INKINDO Bali masih bisa bertahan dan berjalan karena solidaritas anggota dan mitra kerja,” ujarnya.

Dalam arahannya, Palguna menekankan Musprov kali ini memiliki tiga fokus utama, yakni evaluasi program kerja, penguatan komitmen sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan termasuk disrupsi teknologi serta kecerdasan buatan (AI) di sektor jasa konsultan.

Baca juga:  Yowana Dukung Kebijakan Gubernur Koster Terkait Perayaan Tumpek Uye

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi, inovasi, serta kolaborasi antaranggota agar proyek pembangunan di Bali dapat lebih banyak melibatkan konsultan lokal.

“Kalau tidak ditingkatkan kolaborasi dan kompetensi, kita bisa hanya jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Bali agar ada regulasi yang memberi perlindungan terhadap konsultan lokal, khususnya skala kecil dan menengah, agar lebih berdaya saing di daerahnya sendiri baik itu dalam bentuk Pergub ataupun Perda.

Dari sisi pembangunan, ia turut menyoroti sejumlah persoalan teknis seperti genangan air perkotaan, perubahan elevasi jalan yang berdampak pada kawasan heritage, hingga perlunya inovasi perencanaan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

“Banyak bangunan heritage terancam karena peninggian jalan. Ini perlu solusi teknis yang lebih inovatif agar tidak merusak warisan budaya,” katanya.

Ia juga menambahkan INKINDO Bali selama ini telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari bantuan saat pandemi COVID-19, penanganan bencana banjir di Denpasar, hingga bantuan untuk korban longsor di Karangasem. (Adv/balipost)

 

BAGIKAN