Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, serta COO BPI Danantara, Dony Oskaria, saat mengunjungi KEK Kura-Kura Bali, Jumat (1/5). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Koran Bali Post pada hari ini, Senin (4/5) menerbitkan beragam berita yang terjadi di seputar Bali dan Indonesia.

Dari KEK Kura-kura Bali diobok-obok Pansus TRAP, didukung pemerintah pusat hingga gelar sembilan festival, jadikan Juni ‘panggung raksasa.’

Berikut 5 berita yang disajikan Koran Bali Post pada hari ini:

1. KEK Kura-Kura Bali Diobok-Obok Pansus TRAP, Didukung Pemerintah Pusat

Denpasar (Bali Post) –

Proyek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan tengah menjadi sorotan tajam.

Di satu sisi proses pembangunannya “diobok-obok” Tim Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali hingga berujung pada penyegelan sementara sejumlah titik proyek.

Baca juga:  Dari Evakuasi Kapal Kandas hingga Kos-kosan Terbakar

Namun di sisi lain, dukungan kuat justru datang dari pemerintah pusat yang melihat kawasan ini sebagai masa depan investasi strategis Indonesia.

2. Restorasi Suci Pura Agung Besakih Dimulai, Gubernur Koster Kembalikan Keagungan ”Parahyangan”

Amlapura (Bali Post) –

Gubernur Bali, Wayan Koster resmi memulai langkah besar yang telah lama dirancangnya, yaitu Restorasi Kawasan Parahyangan di Pura Agung Besakih, pusat spiritual umat Hindu Bali
sekaligus titik kosmologi Pulau Dewata.

Momentum sakral itu ditandai dengan pelaksanaan upacara Ngeruak/Mulang Dasar dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tahap II Paket Pekerjaan Penataan Area Parahyangan di Pura Banua, Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (1/5), bertepatan dengan Rahina Purnama di kawasan Pura Banua Besakih, Rendang.

Baca juga:  Selama Masa Kampanye, Bawaslu Terima 2 Laporan Masyarakat

3. BTID Dinilai Melakukan Pembangkangan

Denpasar (Bali Post) –

Kesan membandel ditunjukkan PT BTID dari video beredar yang memperlihatkan aktivitas pemadatan lahan di kawasan mangrove KEK Kura-Kura Bali Pulau Serangan.

Aktivitas tersebut disebut terjadi tepat di area yang sebelumnya telah dipasangi garis pengawasan (Satpol PP line), menandakan adanya larangan kegiatan.

Fakta ini langsung memicu reaksi keras dari Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali.

4. Overload”, Penyebab Sistem Rujukan RS Lambat

Denpasar (Bali Post) —

Terbatasnya sarana dan prasarana penunjang serta sumber daya manusia, menyebabkan
sistem rujukan rumah sakit lambat merespons kebutuhan pasien.

Baca juga:  Usai Sidang PHPU Pilpres 2024, MK Mulai Rapat Permusyawaratan Hakim

Pemerintah daerah diminta segera memenuhi kebutuhan RS milik pemerintah daerah.

Selain itu, sejumlah kendala seperti status aset RS Pemerintah menyebabkan pembangunan secara penuh tidak dapat dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bali yang salah satunya membidangi kesehatan, I Nyoman Suwirta di Denpasar, Sabtu (2/5), menanggapi sorotan terhadap lambannya sistem rujukan rumah sakit di Bali.

5. Gelar Sembilan Festival, Jadikan Juni ”Panggung Raksasa”

Bulan Juni 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting bagi pemerataan pariwisata Bali.

Bukan sekadar ramai wisatawan, tetapi juga menjadi “panggung raksasa” yang menggerakkan ekonomi kreatif hingga ke pelosok desa melalui sembilan festival yang tersebar di seluruh Pulau Dewata. (*)

BAGIKAN