
DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk menjaga hubungan baik dan terus menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap TNI, Kapenrem 163/Wira Satya (WSA) Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra sangat tegas terhadap prajurit yang melanggar aturan. Apalagi terlibat dalam sindikat peredaran barang terlarang.
“Bapak Danrem 163/Wira Satya sering menekankan kepada kami dan jajarannya akan diberikan reward bagi yang berprestasi. Bagi prajurit yang melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi punishment,” ujar Kapenrem 163/Wira Satya (WSA) Mayor Inf Dewa Putu Oka, Kamis (30/4).
Menurut Dewa Oka, Danrem Hadisaputra pernah memberikan penghargaan kepada anggota berprestasi seperti berhasil saat melaksanakan penugasan RI-RDTL. Penghargaannya yaitu difasilitasi jika ada ingin pindah tugas.
Kalau punishment-nya, jika ada anggota korem yang melanggar, apalagi sudah mengarah ke sindikat penjualan, penadah atau pengedar, sanksinya tidak lagi jadi anggota TNI. “Kalau terkait masalah kenakalan masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sudah jadi pengedar dan pemakai (narkoba), itu tidak ada ampun lagi. Bapak Danrem berkomitmen supaya prajurit seperti itu keluar dari TNI,” tegasnya.
Terkait kepedulian lingkungan, Korem 163/WSA dan Kodam IX/Udayana berkomitmen turut andil serta berkomitmen menjaga keasrian dan kelestariannya. Salah satu bukti komitmen tersebut yakni normalisasi dan pembersihan gulma enceng gondok di Danau Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.
Selama ini enceng gondok menutupi sebagian permukaan danau sehingga berpotensi mengganggu ekosistem perairan serta fungsi danau sebagai destinasi wisata dan sumber air masyarakat.
Proses pembersihan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan metode manual.
Penggunaan alat conveyor mempercepat pengangkatan enceng gondok sehingga lebih efektif dan efisien. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat normalisasi danau agar fungsi ekologis maupun estetika kawasan segera pulih.
Di samping itu juga sedang proses pembangunan jembatan Perintis Garuda di Jembrana dan Buleleng. Seperti di pembangunan di wilayah Buleleng, jembatan gantung ini merupakan penghubung Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, termasuk menjadi akses utama ke SDN 5 Ringdikit. (Kerta Negara/balipost)










