Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa saat melihat langsung kondisi rumah Wayan Karem. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Salah satu warga miskin di wilayah Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, I Wayan Karem (66), akhirnya mendapat perhatian serius karena kondisi rumahnya yang roboh dan kehidupan keluarganya yang berada di bawah garis kemiskinan. Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa turun langsung meninjau lokasi sekaligus menginisiasi bantuan untuk pembangunan rumah layak huni.

Informasi mengenai kondisi memprihatinkan warga asal Banjar Tegayang, Desa Penatahan itu diterima dari masyarakat setempat. Begitu mendapat laporan, Arnawa langsung mendatangi rumah Wayan Karem untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

“Pak Wayan Karem ini merupakan salah satu warga di wilayah Penebel yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Begitu mendapat informasi rumahnya roboh, saya langsung turun melihat kondisi di lapangan,” ujar Arnawa, Selasa (28/4).

Melihat kondisi rumah yang tidak layak dan sebagian roboh, Arnawa bersama tokoh masyarakat segera berinisiatif mengupayakan bantuan kepada Gubernur Bali. Upaya tersebut mendapat respons cepat dengan turunnya bantuan dana sebesar Rp51 juta.

Baca juga:  COVID-19 Mereda, PTM Diharapkan Segera Terlaksana

Selain bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali, pembangunan rumah juga didukung oleh donatur serta sumbangan warga sekitar yang ikut bergotong royong membantu. Bahkan, Arnawa mengaku turut membantu secara pribadi untuk menutup kekurangan biaya tenaga tukang agar pembangunan rumah bisa segera berjalan.

Meski demikian, ia mengakui bantuan yang terkumpul saat ini diperkirakan baru cukup untuk mendirikan bangunan utama dan belum sampai tahap finishing. “Dengan jumlah bantuan yang ada, kemungkinan rumah ini baru bisa berdiri saja, belum sampai finishing,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Tabanan, dapat ikut memberikan perhatian agar pembangunan rumah tersebut dapat diselesaikan hingga layak ditempati.

“Mudah-mudahan, harapan saya selaku Ketua DPRD Tabanan, Bapak Bupati Tabanan juga bisa ikut peduli untuk membantu finishing bangunan ini agar bisa segera ditempati masyarakat,” harap Arnawa.

Baca juga:  Bermain di Garasi, Balita Tewas Tertabrak

Sementara itu, Perbekel Penatahan, I Nengah Suartika menegaskan, keluarga I Wayan Karem memang termasuk salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Menurutnya, yang bersangkutan tidak memiliki lahan sendiri dan selama ini hanya bekerja sebagai buruh tani.

“Memang benar keluarga ini sangat tidak mampu. Pak Wayan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sementara istrinya juga dalam kondisi sakit,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga tersebut memiliki tiga orang anak. Anak kedua yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga kini jatuh sakit dan tidak bisa berjalan sejak usai Hari Raya Nyepi. Kondisi ini semakin memperberat beban ekonomi keluarga.

Menurut Suartika, pihak desa sebenarnya telah beberapa kali mengusulkan keluarga tersebut agar mendapat bantuan sosial secara berkelanjutan, termasuk masuk dalam daftar penerima PKH. Namun, bantuan yang diterima selama ini kerap tidak berkesinambungan.

Baca juga:  Kejari Geledah Kantor Perbekel Tianyar Barat

“Kadang bantuan pangan non tunai keluar, lalu macet lagi. Padahal warga ini sangat-sangat tidak mampu, dan sudah masuk DTKS,” katanya.

Terkait kondisi rumah, Suartika mengungkapkan rumah Wayan Karem sebelumnya juga sudah diajukan dalam program bedah rumah tahun 2024, namun masih masuk daftar tunggu.

“Hampir lima rumah yang kami ajukan ke PUPR, baru satu yang sudah dibantu pemerintah karena memang benar benar tidak memiliki rumah atau hanya rumah bambu, sedangkan yang empat lainnya masih daftar tunggu, termasuk rumah Pak Wayan,” jelasnya.

Rencananya, proses perbaikan rumah akan dimulai melalui kegiatan gotong royong warga pada Rabu (29/4), melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk juga perangkat desa, BPD, LPM, unsur adat, bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN