Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan (reshuflle) jilid V dalam Kabinet Merah Putih, Senin (27/4). Sejumlah pejabat sudah berdatangan ke Istana Kepresidenan pada pukul 13.50 WIB. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan (reshuflle) jilid V dalam Kabinet Merah Putih, Senin (27/4).

Sejumlah pejabat sudah berdatangan ke Istana Kepresidenan pada pukul 13.50 WIB. Di antara yang datang adalah Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat, hingga mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Hasan Nasbi.

Selain itu, tampak pula Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) periode Oktober 2024 – September 2025 Abdul Kadir Karding.

Para tokoh tersebut tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta mulai pukul 13.50 WIB.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, pejabat pertama yang hadir yaitu Jumhur Hidayat, diikuti Qodari, Abdul Kadir Karding, Dudung, dan terakhir Hasan Nasbi. Mereka tiba mengenakan setelan jas lengkap dengan kopiah dan dasi berwarna biru muda.

Dudung mengatakan dirinya dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk menghadiri proses pelantikan di Istana Kepresidenan pada Senin sore.

“Ya, kemarin ditelepon oleh Letkol Teddy, Seskab, persiapan untuk ke Istana jam 14.15 WIB untuk gladi, jam 15.00 WIB pelantikan,” kata Dudung menjawab pertanyaan pewarta.

Baca juga:  Ditanya Perombakan Kabinet, Jokowi Hanya Lontarkan Satu Kata

Namun Dudung enggan mengungkap jabatan baru apa yang diamanahkan kepada dirinya oleh Presiden Prabowo. Dirinya hanya menyatakan siap untuk menerima penugasan apapun dari Kepala Negara.

“Oh saya prajurit, harus siap ya, apalagi perintah Presiden,” ucap Dudung dengan tegas.

Sementara itu, Jumhur mengatakan kehadirannya ke Istana Kepresidenan untuk mengikuti pelantikan. Namun dia enggan menjawab mengenai jabatan yang akan diemban olehnya.

“Hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu. Belum tahu persisnya,” kata dia.

Adapun Qodari mengungkapkan dirinya diminta Presiden Prabowo untuk membantu proses komunikasi Pemerintah.

“Tadi ditelepon Pak Seskab, Bapak Presiden minta saya membantu proses komunikasi, berkomunikasi maksimal untuk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara,” kata dia.

Terkait jabatan baru yang akan diampu olehnya, Qodari menyebut akan berkaitan dengan komunikasi Pemerintahan yang saat ini dijalankan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

“Persisnya tunggu pengumuman Bapak Presiden, tapi sampai saat ini rasanya berkomunikasi itu kan ada di Badan Komunikasi Pemerintah,” kata dia.

Presiden Prabowo telah melakukan empat kali perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih sepanjang pemerintahannya.

Pada reshuffle jilid pertama, 19 Februari 2025, Presiden melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Selain itu, Muhammad Yusuf Ateh dilantik sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) didampingi Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.

Baca juga:  Investasi Starlink di Indonesia Mencapai Rp 30 miliar

Presiden juga melantik Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dengan wakilnya Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pada jilid kedua, 8 September 2025, Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Selain itu, Mukhtarudin dilantik sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding, serta Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi.

Presiden juga melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menterinya.

Pada jilid ketiga, 17 September 2025, Djamari Chaniago dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan dan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo.

Selain itu, Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan menggantikan Immanuel Ebenezer, Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, serta Farida Faricha sebagai Wakil Menteri Koperasi menggantikan Ferry Juliantono.

Presiden juga melantik Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Sonny Sanjaya dan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta Sarah Sadiqa sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Baca juga:  Mau Maju Pileg, Perbekel dan ASN Harus Berhenti

Selain itu, Ahmad Dofiri dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian serta Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Pada jilid keempat, 8 Oktober 2025, Presiden melantik Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. Selain itu, Anggito Abimanyu dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Di sektor BUMN, Dony Oskaria dilantik sebagai Kepala BP BUMN didampingi Aminudin Maruf dan Teddy Barata sebagai Wakil Kepala BP BUMN

Presiden juga mengangkat Dirgayuza Setiawan sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan serta Agung Gumilar Saputra sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis.

Prabowo juga melantik Velix Wanggai sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama sejumlah anggota, yakni Ribka Haluk, John Wempi Wetipo, Ignatius Yoko Triyono, Juharson Estrella Sihasale, Paulus Waterpauw, Ali Hamdan Bogra, John Gluba Gebze, Yanni, dan Billy Mambrasar. (kmb/balipost)

BAGIKAN