
DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan wisuda di Universitas Udayana (Unud) menuai keluhan dari seorang pendamping wisudawan. Ia pun menyampaikan keluhan terkait biaya dan fasilitas wisuda kepada Anggota DPD RI, Arya Wedakarna, melalui pesan yang kemudian diposting di akun Instagram sang senator.
Dalam aduannya, pendamping wisuda berinisial AFG mengaku keberatan dengan biaya wisuda sebesar Rp1,5 juta yang dibayarkan kakaknya, mahasiswa program S2. Ia menilai fasilitas yang diterima tidak sebanding dengan biaya tersebut.
“Dalam melaksanakan wisuda, disana kita membayar sebesar Rp1,5 (juta,red) itu hampir tidak mendapatkan kursi untuk duduk di dalam saat wisuda berlangsung, lalu kita hanya disediakan snack box dan tidak mendapatkan makanan,” tulisnya.
Ia juga menyoroti keberadaan fotografer eksternal dalam prosesi wisuda yang disebut harus membayar kepada pihak kampus untuk bisa beroperasi. Hal itu, menurutnya, semakin menimbulkan tanda tanya terkait transparansi penggunaan biaya wisuda.
“Bahkan saat foto dengan rektor saja masih dikenakan biaya 100 ribu (rupiah,red) untuk mengambil foto tersebut, setelah saya usut ternyata photographer tersebut adalah photographer dari luar yang membayar kepada pihak udayana untuk dapat menjadi photographer wisuda di sana,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Dr. Ni Nyoman Dewi Pascarani, SS.,M.Si., memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa biaya wisuda hanya dikenakan bagi mahasiswa program pascasarjana dan pendidikan profesi, yaitu program profesi, magister, spesialis, subspesialis, dan doktor.
Sementara mahasiswa diploma dan sarjana tidak dikenakan biaya tambahan karena sudah termasuk dalam Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah wisudawan yang mencapai lebih dari 1.100 orang merupakan gabungan dari seluruh jenjang pendidikan, meliputi program diploma, sarjana, profesi, spesialis, subspesialis, magister, dan doktor, sehingga berdampak pada keterbatasan kapasitas ruangan.
“Untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan wisuda di Gedung Widya Sabha, jumlah pendamping yang dapat memasuki ruangan dibatasi menyesuaikan kapasitas tempat. Sebagai alternatif, Universitas Udayana telah menyiapkan area tambahan berupa tenda yang dilengkapi dengan videotron sehingga keluarga dan pendamping tetap dapat mengikuti jalannya prosesi wisuda dengan nyaman,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4) malam.
Mengenai dokumentasi, pihak Unud menegaskan tidak ada kewajiban membeli foto wisuda. Kampus menyediakan file foto dalam bentuk soft copy yang dapat diakses oleh wisudawan secara gratis.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa biaya Rp1,5 juta tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti pengadaan toga, dokumen kelulusan (ijazah, transkrip, dan SKPI), konsumsi, undangan, map ijazah, tas Unud, hingga biaya operasional yang mencakup honor, transport mahasiswa, biaya sewa, dan perlengkapan lainnya.
Pihak kampus menyatakan terus berupaya menjaga transparansi serta memberikan pelayanan akademik sesuai ketentuan. Meski demikian, aduan ini memunculkan harapan agar evaluasi terhadap kualitas layanan wisuda dapat dilakukan ke depan. (Ketut Winata/balipost)










