Gempabumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,8 mengguncang wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (23/4) pagi. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gempabumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,8 mengguncang wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (23/4) pagi. Gempa itu dirasakan hingga Kabupaten Tabanan.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan dampak kerusakan di lapangan. “Sampai saat ini belum ada data kerusakan. Pusdalops juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan belum ditemukan adanya dampak,” ujarnya ujarnya, Kamis (23/4).

Baca juga:  Kasus DBD di Bali Alami Peningkatan, Ini 3 Wilayah Terbanyak

Berdasarkan data dari BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.34.44 WITA dengan kekuatan M 3,8. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,21° LS dan 115,02° BT, atau sekitar 13 kilometer barat daya Buleleng, tepatnya di darat wilayah Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, dengan kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di darat. Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng hingga Kabupaten Tabanan.

Baca juga:  Kuta Diguncang Gempa

Suyasa menjelaskan, gempa tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas lempeng besar, melainkan diduga akibat pergerakan sesar lokal di wilayah Seririt. Meski demikian, pihaknya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari BMKG.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang tidak dapat diprediksi. BPBD Buleleng, kata dia, terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk melalui simulasi kebencanaan. “Kami mengajak masyarakat tetap tenang namun waspada, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)

Baca juga:  Edukasi Tanggap Bencana Digelar di Boost SVF 2018
BAGIKAN