Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kesehatan pekerja THM di Gilimanuk. (BP/Olo)

 

NEGARA, BALIPOST.com – Peningkatan kasus HIV-AIDS di wilayah Kelurahan Gilimanuk mendorong aparat setempat mengambil langkah pencegahan. Bersama Puskesmas II Melaya, pemerintah kelurahan menggelar inspeksi penduduk pendatang (duktang) sekaligus pemeriksaan kesehatan melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) bagi pekerja kafe, Senin (20/4).

Kegiatan ini menyasar pekerja hiburan malam dengan tujuan mendeteksi dini serta menekan potensi penularan penyakit menular, khususnya HIV-AIDS dan tuberkulosis (TBC).

Kepala Puskesmas II Melaya, dr. G.N. Arya Widikarma, mengungkapkan sebanyak 11 pekerja kafe mengikuti pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi skrining HIV-AIDS dan uji dahak untuk mendeteksi TBC.

Baca juga:  Tak Kantongi Izin, THM di Pererenan Ditutup Sementara

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk pengawasan kesehatan kelompok berisiko. “Langkah ini penting untuk mengontrol sekaligus membatasi penyebaran penyakit menular, terutama HIV-AIDS dan TBC,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini tercatat 18 kasus orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Gilimanuk. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 16 kasus.

“Penambahan dua kasus terjadi pada akhir 2025, sehingga total saat ini menjadi 18 kasus. Seluruhnya dalam pemantauan dan menjalani pengobatan, sehingga kondisinya tetap terkontrol,” jelasnya.

Baca juga:  Narkoba Meningkat Seiring Menjamurnya THM di Kuta Utara

Sementara itu, Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, menegaskan selain pemeriksaan kesehatan, pihaknya juga melakukan pendataan administrasi terhadap pekerja kafe yang berasal dari luar daerah.

Dalam sidak tersebut, ditemukan tujuh orang belum mengantongi Surat Keterangan Penduduk Non Permanen (SKPN). Mereka langsung diberikan pembinaan dan diminta segera melengkapi administrasi kependudukan di kantor kelurahan.

“Kami rutin melakukan sidak penduduk non permanen untuk memastikan tertib administrasi. Untuk pemeriksaan VCT sendiri dilaksanakan dua kali dalam setahun,” katanya.

Baca juga:  Positif Narkoba, Oknum Polisi Ditangkap di THM Cukup Bukti Dipecat

Ia berharap, melalui skrining berkala dan pengawasan administrasi, penyebaran penyakit menular di wilayah Gilimanuk dapat ditekan, khususnya pada kelompok pekerja yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN