Pemkab Gianyar memulai penataan kabel utilitas melalui sistem saluran bawah tanah (underground) di Kelurahan Ubud, Senin (20/4).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kawasan wisata Ubud bersiap tampil lebih estetik dan tertata. Pemerintah Kabupaten Gianyar  bersinergi dengan Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) melakukan groundbreaking penataan kabel utilitas melalui sistem saluran bawah tanah (underground) di Kelurahan Ubud, Senin (20/4).

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, yang kemudian ditindaklanjuti secara teknis oleh Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama. Tujuannya jelas menghapus pemandangan kabel udara yang semrawut demi memperkuat citra Ubud sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Ketua Apjatel Bali, Dodi Simanjutak, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen penyedia layanan telekomunikasi dalam merapikan infrastruktur secara swadaya. Sebagai tahap awal, pengerjaan akan difokuskan pada tiga ruas jalan di Kecamatan Ubud, yakni Jalan Suweta, Jalan Sri Wedari, dan Jalan Tirta Tawar.

Baca juga:  Semrawut, Fasum Pusat Kota Gianyar Dijejali Pedagang

“Kabel udara akan dipindahkan sepenuhnya ke bawah tanah. Nantinya, penggunaan tiang akan diefisiensikan menjadi hanya satu tiang di setiap titik tertentu,” ungkap Dodi.

Selain alasan estetika, penurunan kabel ini memiliki dampak sosial yang besar, terutama bagi masyarakat lokal. Selama ini, bentangan kabel udara seringkali menjadi kendala saat berlangsungnya prosesi adat dan keagamaan di Ubud.

“Penurunan kabel ini diharapkan tidak lagi mengganggu aktivitas seperti upacara palebon atau ngaben, pemasangan penjor, hingga pawai Ogoh-ogoh,” tambah Dodi.

Baca juga:  Pariwisata Ubud Penggerak Ekonomi Kreatif

Dari sisi teknis, sistem bawah tanah diklaim lebih handal karena minim risiko gangguan akibat pohon tumbang atau gesekan kendaraan besar. Risiko kecelakaan akibat kabel menjuntai yang membahayakan pengendara pun dapat ditekan secara signifikan.

Lurah Ubud, I Made Gian Nanda Suwitra, memberikan apresiasi positif terhadap program ini. Menurutnya, penataan ini tidak hanya menguntungkan dari sisi visual, tetapi juga efisiensi bagi para penyedia jasa dalam hal biaya perawatan infrastruktur.

Baca juga:  Tiang Fiber Optic Dikeluhkan, Komisi III Denpasar Usulkan Buat Regulasi Penataan

“Ini adalah langkah maju. Kami berharap program di tiga jalan ini sukses sehingga bisa menjadi percontohan (model) bagi wilayah lain di Gianyar agar lingkungan kita lebih tertata dan aman bagi semua,” ujar Gian Nanda.

Pihak Apjatel memohon pengertian masyarakat dan wisatawan jika selama proses pengerjaan terjadi gangguan sementara pada arus lalu lintas atau kenyamanan di sekitar lokasi proyek.

Pemkab Gianyar menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari visi besar untuk menciptakan infrastruktur modern yang berwawasan lingkungan dan tetap menghormati nilai-nilai lokal. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN