
MANGUPURA, BALIPOST.com – Transformasi mulai digulirkan di Pasar Beringkit. Tak lagi sekadar dikenal sebagai pasar hewan ternak, pasar rakyat ini kini membuka ruang baru melalui uji coba pedagang bermobil sebagai strategi menghidupkan aktivitas dan memperluas daya tarik pengunjung.
Program ini diinisiasi Direksi Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, dengan menghadirkan pedagang berbagai komoditas yang berjualan langsung dari kendaraan. Uji coba dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, dengan jam operasional mulai pukul 22.00 WITA hingga 07.00 WITA, sebelum dievaluasi untuk pengembangan tahap berikutnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Bermobil Baliwangi Sayur, Ribut Wahyudi, menyebut langkah ini sebagai upaya kolektif menggerakkan kembali denyut pasar. Ia optimistis kehadiran pedagang bermobil akan memberi manfaat luas, baik bagi masyarakat, pedagang, maupun pengelola pasar.
“Harapan kami, kehadiran pasar bermobil ini bisa bermanfaat untuk semua. Antusias pedagang sudah terlihat, dan kami berharap antusias pembeli juga sebanding. Kami yakin pasar ini akan cepat berkembang dan menjadi ramai,” ujar Wahyudi saat ditemui, Jumat (17/4).
Ia menambahkan, komoditas yang ditawarkan akan terus diperluas, mulai dari sayur, buah, hingga ke depan mencakup ikan dan kebutuhan upacara seperti busung. Targetnya, Pasar Beringkit dapat berkembang menjadi pusat grosir yang lengkap untuk wilayah Badung dan sekitarnya.
Menurutnya, pedagang yang terlibat tidak hanya berasal dari lokal Bali seperti Baturiti dan Kintamani, tetapi juga dari luar daerah. Kondisi ini membuat variasi produk semakin beragam dan kompetitif.
“Kami ingin semua komoditas ada di sini. Selain melayani grosir, kami juga buka untuk eceran, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha seperti rumah makan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang bermobil asal Kintamani, Ni Wayan Jeniasih, melihat peluang besar dari konsep baru ini. Ia menilai pasar bermobil mampu mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dan kualitas yang lebih segar karena langsung didatangkan dari petani.
“Harapannya pasar ini bisa semakin ramai. Kami ambil langsung dari petani di Kintamani dan Baturiti, jadi kualitas bagus dan harga bisa lebih bersaing,” ungkapnya.
Ia juga optimistis Pasar Beringkit ke depan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wilayah Tabanan, Denpasar, hingga Negara. Dengan konsep fleksibel dan pasokan langsung dari sumbernya, pasar ini diproyeksikan menjadi simpul distribusi baru yang memperkuat ekonomi lokal.(Parwata/balipost)










