
MANGUPURA, BALIPOST.com – Setelah menata arus kendaraan di Kerobokan Kelod dan Seminyak, Pemerintah Kabupaten Badung kini bakal memperluas penataan di dua titik paling padat kendaraan berikutnya yakni Berawa dan Canggu.
Langkah ini untuk merespons persoalan kemacetan yang kian kompleks di kawasan pariwisata. Usai menetapkan rekayasa lalu lintas secara permanen di wilayah Kerobokan Kelod dan Seminyak, kini langkah serupa akan diperluas ke kawasan Berawa dan Canggu.
Plt. Kepala Dishub Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi, saat dihubungi Jumat (17/4) menegaskan bahwa perluasan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengurai kepadatan kendaraan, khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan aktivitas wisata.
“Selanjutnya kami akan memperluas rekayasa ke wilayah Berawa dan Canggu. Di lokasi tersebut masih terdapat beberapa titik kemacetan yang perlu dikaji lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tingginya aktivitas pariwisata di kedua kawasan tersebut menjadi faktor utama meningkatnya volume kendaraan. Kondisi ini memicu kemacetan yang tidak hanya dikeluhkan wisatawan, tetapi juga masyarakat lokal.
“Wilayah ini pariwisatanya sedang ramai-ramainya sekarang. Banyak keluhan kemacetan yang masuk melalui kanal media sosial Kontak Bupati, sehingga perlu menjadi perhatian serius kedepan,” tegasnya.
Dishub Badung tidak akan berjalan sendiri. Dalam merancang pola rekayasa lalu lintas di Berawa dan Canggu, pihaknya akan menggandeng Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kajian yang matang dan solusi yang tepat sasaran.
Lebih lanjut, Wiryantara menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas bukan sekadar mengalihkan arus kendaraan. Langkah ini dirancang untuk mengurangi kemacetan, meminimalisir potensi konflik di persimpangan, serta menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertib dan aman.
Dengan perencanaan yang komprehensif, pemerintah optimistis kebijakan ini dapat memberikan dampak signifikan bagi kenyamanan mobilitas masyarakat dan wisatawan. “Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung,” ucapnya.(Parwata/balipost)










