Evakuasi jenasah Wayan Saja (56), warga Banjar Bentuyung Sakti, Desa Ubud yang ditemukan warga di aliran Sungai Beji, Tegallantang. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dilaporkan hilang selama 11 hari, I Wayan Saja (56), warga Banjar Bentuyung Sakti, Desa Ubud, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (14/4) sore. Jasad korban ditemukan di aliran sungai Beji Tegallantang, tidak jauh dari kediamannya.

​Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang melakukan pencarian mandiri sekitar pukul 17.00 WITA.

“Pihak keluarga korban, dipimpin oleh I Nyoman Bukti, melakukan pencarian di sekitar radius 500 meter dari rumah korban. Awalnya mereka menemukan sandal milik korban dan mencium bau menyengat di sekitar lokasi,” ujarnya.

Baca juga:  Ngaturang Pakelem, Seorang Pemedek Terjatuh Alami Luka-luka

​Kecurigaan keluarga terbukti saat mereka menelusuri sumber bau dan menemukan sesosok mayat. Setelah dipastikan bahwa jasad tersebut adalah I Wayan Saja yang dilaporkan hilang sejak Jumat, 3 April 2026, keluarga segera berkoordinasi dengan Polsek Ubud dan BPBD Kabupaten Gianyar.
​Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis mengingat medan yang cukup sulit.

Personel gabungan dari Polsek Ubud dan BPBD Gianyar tiba di lokasi pukul 17.50 WITA. ​”Jasad berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.45 WITA dan langsung dibawa menuju setra (pemakaman) Banjar Bentuyung Sakti untuk prosesi pemakaman sesuai permintaan keluarga,” tambahnya.

Baca juga:  Central Parkir Monkey Forest Ubud Siap Dioperasikan, Penertiban akan Digelar

Berdasarkan hasil olah TKP awal, jasad korban ditemukan dalam kondisi tengadah bersandar pada batu sungai. Tubuh sudah mengalami pembengkakan dan pembusukan lanjut dan tanpa mengenakan pakaian dengan kulit wajah yang mulai mengelupas.

​Mengenai penyebab kematian, Kapolsek Ubud menyatakan bahwa dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh ke jurang. ​”Dugaan awal, korban terjatuh pada tanggal 4 April lalu, sehari setelah dinyatakan hilang. Karena mengalami luka berat dan berada di lokasi yang sulit dijangkau, korban tidak mendapatkan pertolongan hingga akhirnya meninggal dunia di TKP,” jelasnya.

Baca juga:  Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Seluruh Desa, Pemkab Badung Kerahkan ASN

​Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap kejadian ini sebagai musibah murni. ​”Keluarga korban sudah menyatakan tidak akan melakukan tuntutan hukum atau membuat laporan resmi. Mereka menolak dilakukan autopsi medis lebih lanjut dan memilih untuk segera memakamkan jenazah,” tutup Kapolsek Ubud. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN