
DENPASAR, BALIPOST.com – Partai NasDem wilayah Bali angkat bicara menyikapi dinamika nasional yang berkembang belakangan ini. Melalui konferensi pers yang digelar di Kantor DPW NasDem Bali, Selasa (14/4) sore, jajaran pengurus menegaskan sikap resmi sekaligus membantah berbagai isu yang beredar, termasuk kabar merger partai.
Ketua DPW NasDem Bali, I Nengah Senantara, menegaskan bahwa dalam dunia politik Indonesia tidak dikenal istilah merger atau akuisisi sebagaimana di dunia bisnis. Ia menyebut istilah yang pernah terjadi dalam sejarah politik adalah “fusi”, yang pun berlangsung dalam konteks tertentu dan bukan kehendak partai semata.
“Dalam politik tidak ada istilah merger. Yang ada dalam sejarah adalah fusi, dan itu pun terjadi karena dorongan negara, bukan kehendak partai-partai,” tegasnya.
Senantara memastikan, hingga saat ini tidak ada pembicaraan apa pun terkait penggabungan Partai NasDem dengan partai lain. Ia menilai isu yang beredar hanya spekulasi yang tidak berdasar.
“Tidak ada pembicaraan ke arah sana. NasDem tetap solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung berbagai pemberitaan yang dinilai memicu polemik, khususnya laporan dari salah satu majalah. Menurutnya, pemberitaan tersebut cenderung membangun opini yang merugikan dan mendiskreditkan partai serta pimpinan.
DPW NasDem Bali menilai terdapat framing yang tidak sesuai fakta, termasuk narasi yang seolah-olah menggambarkan partai akan “diperjualbelikan” atau diambil alih pihak tertentu. “Itu tidak benar. Kami melihat ada upaya membentuk opini publik yang merendahkan martabat pimpinan dan institusi partai,” tegas Senantara.
Sebagai bentuk respons, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem disebut telah mengambil langkah tegas, mulai dari aksi penyampaian keberatan hingga upaya hukum terhadap media yang bersangkutan. Selain itu, pihaknya juga menuntut adanya klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
DPW NasDem Bali pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tersebut, sembari mengajak media untuk tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik. “Kami berharap media menjaga demokrasi, menjaga etika, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Jangan sampai berita yang tidak benar justru menyesatkan masyarakat,” ujarnya.
Senantara juga menegaskan bahwa dinamika internal maupun eksternal partai merupakan hal yang wajar dalam dunia politik. Namun, ia mengingatkan agar hal tersebut tidak dimanfaatkan untuk membangun narasi yang tidak berdasar.
Menurutnya, Partai NasDem justru terus menunjukkan tren peningkatan dukungan publik dalam setiap pemilu, sehingga wajar jika menjadi sorotan dalam peta politik nasional.
“NasDem tetap solid. Kami tidak ingin masyarakat disesatkan oleh informasi yang tidak benar. Mari bersama menjaga kualitas demokrasi,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)










