Parade Bapang Barong serangkaian hari jadi Kota Gianyar ke-255 yang digelar di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar, Selasa (7/4) malam. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sebanyak tujuh duta se-kecamatan Gianyar memeriahkan Parade Bapang Barong serangkaian hari jadi ke-255 Kota Gianyar yang digelar di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar, Selasa (7/4) malam.

Parade Bapang Barong berlangsung semarak dengan menampilkan kreativitas terbaik melalui garapan yang atraktif dengan ciri khas dan keunikan dari masing-masing kecamatan melalui pertunjukan yang sarat makna dan nilai dan filosofis dalam kehidupan masyarakat tradisional Bali.

Selain sebagai hiburan bagi masyarakat, parade bapang barong juga menjadi wadah pembinaan bagi para seniman muda untuk terus mengembangkan dan menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan hadirnya penonton yang memadati area pertunjukan sejak sore hari.

Baca juga:  Belasan Peserta Bapang Barong dan Mekendang Tunggal Adu Kreasi Rebut Jawara

Penampilan demi penampilan disambut sorakan dan tepuk tangan dari penonton.
Penampilan diawali Sanggar Dwi Bhuana Sari, Banjar Abiansemal, Kecamatan Ubud dilanjutkan dengan penampilan Gamelan Laya Sabda duta Kecamatan Payangan, Sanggar Kayon Pejeng duta Kecamatan Tampaksiring, Sanggar Bagus Bhuwana Mas duta Kecamatan Sukawati, Sekaa Sebunan Sanggar Seni Jenggala Gora duta Kecamatan Blahbatuh, Sanggar Seni Manik Bengkel duta Kecamatan Gianyar serta ditutup dengan penampilam duta Kecamatan Tegalalang, Sekaa Truna Aristha Bhuana Banjar Kendran.

Baca juga:  Pencurian "Ketu" di Pura Taman Limut, Segini Kerugiannya

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa menyampaikan bahwa Pekan Budaya Gianyar menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian seni dan budaya daerah serta ruang bagi seniman untuk menampilkan karya dan nilai-nilai kearifan lokal.

“Kami akan menampilkan kekayaan seni yang ada di Gianyar sebagai bentuk misi pelestarian seni dan budaya, salah satunya Parade Bapang Barong yang memiliki kekhasan di setiap daerah,” ujarnya.

Baca juga:  Sosialisasi Dana Desa di Gianyar Soroti Kendala Pengelolaan Dana Desa

Ia menambahkan, kegiatan parade bapang barong melibatkan berbagai unsur seperti sanggar seni, komunitas, sekaa teruna, hingga yowana sebagai bagian dari regenerasi pelaku seni budaya.

Pelaksanaan kegiatan ini juga tidak terlepas dari arahan serta sinergi antara Majelis Kebudayaan Bali Kabupaten Gianyar dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam upaya menggali potensi serta mencari bibit-bibit seni yang berbasis kearifan lokal.

“Perhelatan ini menjadi penyatuan komitmen bersama para seniman dan tokoh seni dalam mewujudkan pelestarian seni dan budaya,” tandasnya. (Adv/balipost)

BAGIKAN