Insiden kebakaran melanda bangunan bekas Galeri dan Restaurant Taksu di Jalan Hanoman, Lingkungan Padang Tegal Mekar Sari, Kelurahan Ubud, Jumat (3/4). (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sebuah insiden kebakaran melanda bangunan bekas Galeri dan Restaurant Taksu di Jalan Hanoman, Lingkungan Padang Tegal Mekar Sari, Kelurahan Ubud, Jumat (3/4) subuh. Api diduga berasal dari hubungan arus pendek (korsleting) pada perangkat pemanas air atau water heater.

Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, api pertama kali diketahui sekitar pukul 04.45 WITA oleh seorang pengendara yang melintas di depan lokasi kejadian.

“Saksi melihat asap tebal keluar dari bangunan kosong tersebut dan segera melapor kepada pecalang yang berjaga di pos dekat lokasi,” ujar Kompol Wayan Putra Antara seizin Kapolres Gianyar.

Baca juga:  Diduga Korsleting, Jineng dan Mobil Ludes Terbakar

Menerima laporan warga, saksi I Wayan Gede Pastikan langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapati api sudah menyala di bagian atas tangga menuju lantai dua. Saksi kemudian menghubungi pemilik bangunan, I Nyoman Ananta Wijaya, serta melaporkan kejadian ke Polsek Ubud dan pemadam kebakaran.

Pukul 05.00 WITA, personel gabungan piket fungsi Polsek Ubud dipimpin Pawas Ipda I Wayan Nurcahya bersama tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar tiba di lokasi. Petugas bergerak cepat melakukan lokalisir api agar tidak merembet ke bagian bangunan lainnya. “Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.15 WITA. Situasi dapat dikendalikan dengan cepat sehingga tidak menghanguskan seluruh bangunan,” tambah Kapolsek.

Baca juga:  Insentif Nakes dari Pemprov Sudah Disalurkan ke Rekening Faskes

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan pemilik, bangunan tersebut saat ini dalam status pengosongan karena masa kontrak antara Manajemen Taksu dan pemilik lahan telah berakhir per 1 April 2026. Saat ini, teknisi sedang melakukan pembongkaran fasilitas di dalam bangunan.
“Dugaan kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada alat water heater. Saat ini memang sedang ada aktivitas teknisi yang melakukan pembersihan dan pembongkaran alat-alat di sana,” jelas Kompol Wayan Putra Antara.

Baca juga:  Dua WN Jepang Ditemukan Tewas Terbakar, Olah TKP Dilanjutkan Besok

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah), meliputi unit pemanas air dan kerusakan pada plafon bangunan.

Kapolsek Ubud menyatakan bahwa pihak korban atau pemilik bangunan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan memilih untuk tidak menuntut secara hukum. “Pemilik sudah memastikan ini murni musibah akibat arus pendek dan tidak akan melaporkan peristiwa ini ke jalur hukum,” tutupnya.(Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN