Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB rangkaian acara sharing knowledge dan studi tiru pelayanan MPP di Ballroom Sabha Praja Gedung MPP Gianyar, Kamis (2/4).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gianyar terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi melalui penggunaan aplikasi digital pada berbagai lini pelayanan. Hal ini dilakukan guna memastikan proses layanan berjalan terukur, tepat waktu, dan transparan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, yang akrab disapa Gus Bem, Kamis (2/4) menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan ini bertujuan utama untuk meminimalisir terjadinya konflik kepentingan.

“Dengan aplikasi yang kita bangun, sistemnya menjadi digital dan jelas. Hal ini meminimalisir praktik-praktik seperti mendahulukan orang karena kedekatan personal. Semuanya mengikuti sistem,” ujar Gus Bem saat memberikan sambutan dalam acara sharing knowledge dan studi tiru pelayanan MPP di Ballroom Sabha Praja Gedung MPP Gianyar.

Baca juga:  Kroser Diva Dianggap Saingan Terberat

Menariknya, pengembangan berbagai aplikasi layanan tersebut dilakukan secara mandiri oleh tenaga ahli di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gianyar tanpa membebani anggaran daerah (nol biaya). Dengan sistem digital ini, masyarakat maupun pelaku usaha dapat memantau secara langsung sejauh mana proses permohonan mereka telah berjalan.

Tingkat kunjungan ke MPP Gianyar pun menunjukkan tren positif. Rata-rata kunjungan mencapai 250 hingga 370 orang per hari. Bahkan pada bulan Maret lalu, tercatat sebanyak 3.930 orang telah dilayani, meskipun terdapat banyak hari libur nasional terkait Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

Baca juga:  Badung Komit Dukung Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru

“Kami ingin memberikan pelayanan prima. Namun konsep kami, aparatur harus dibuat senang dan nyaman terlebih dahulu dengan lingkungan kerja yang bersih, sehingga mereka bisa melayani masyarakat dengan senyum tulus,” tambah Gus Bem.

Apresiasi senada datang dari Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB, Otok Kuswandaru. Saat membuka kegiatan secara daring dan luring, ia memuji kenyamanan dan keramahan petugas di MPP Gianyar. Namun, ia mengingatkan bahwa tolok ukur keberhasilan utama adalah kepuasan masyarakat.

“Pemerintah harus menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Ujungnya adalah kepuasan masyarakat. Penilaian terakhir atau pengadilannya tetap pada survei kepuasan masyarakat,” tegas Otok.

Otok juga mendorong Pemkab Gianyar untuk segera menyusun standar pelayanan (SP) yang jelas untuk setiap jenis layanan. Standar ini berfungsi sebagai jaminan kepastian bagi masyarakat sekaligus pelindung bagi aparatur dalam bekerja. Untuk mempermudah hal tersebut, Kemenpan RB telah menyiapkan aplikasi digital guna membantu daerah menyusun standar pelayanan secara sistematis.

Baca juga:  Puncak Karya IBTK di Pura Agung Besakih Dipuput 13 Sulinggih

Kegiatan studi tiru ini diikuti oleh 204 peserta dari seluruh Indonesia. Selain mendengarkan paparan dari Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, para peserta juga menerima materi mengenai penyelenggaraan MPP Digital dari perwakilan Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana. Banyak peserta menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi sistem dan sarana-prasarana yang telah diterapkan di MPP Gianyar ke daerah masing-masing.(Wirnaya/balipost)

BAGIKAN