Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan dua prajurit gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan, Selasa (31/3).

“Prajurit TNI yang gugur bernama Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Aulia dikutip dari Kantor Berita Antara.

Aulia menjelaskan, dua prajurit TNI itu gugur ketika sedang menjalankan misi mengawal kendaraan Unifil menuju titik tertentu.

Saat dalam perjalanan, kendaraan yang dikendarai pasukan TNI meledak hingga akhirnya memakan korban jiwa.

“Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit,” kata Aulia.

Tidak hanya prajurit gugur, dua prajurit TNI lain atas nama Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Hingga saat ini, Aulia belum bisa menjelaskan secara rinci apa penyebab mobil yang dikendarai prajurit TNI meledak.

Dia memastikan TNI akan menunggu hasil investigasi dari Unifil untuk mengungkap penyebab terjadinya ledakan tersebut.

Baca juga:  Digugat Soal Tanah, Pemkab Karangasem Beber Alasan Tak Hadiri Sidang

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut Unifil saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tutup Aulia.

Dengan ada peristiwa ini, total ada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas misi kemanusiaan di Lebanon.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan dua anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (Unifil) asal Indonesia gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan perdamaian itu di Lebanon, Senin (30/3).

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya di Markas Besar PBB di New York juga mengutuk keras insiden tersebut.

“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik Unifil, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Lacroix.

Baca juga:  Bali Punya Potensi Jaring Turis Berkualitas

Dia menjelaskan insiden itu terjadi sehari setelah seorang anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur ketika sebuah proyektil menghantam dan meledak di pangkalan misi Ett Taibe. Satu anggota lain pasukan itu terluka parah dan dibawa ke rumah sakit di Beirut.

Lacroix menyampaikan ungkapan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur serta kepada Pemerintah Indonesia. Dia pun berharap agar mereka yang terluka segera pulih.

Unifil sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragis itu, katanya.

Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan dan melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan di tengah kondisi yang sangat berbahaya itu.

Diplomat Prancis itu juga menyerukan agar semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian dihentikan dan semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka setiap saat untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Baca juga:  Gubernur Papua Lukas Enembe Ditegur Mendagri

Pada Senin (30/3), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian Unifil asal Indonesia gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Unifil Indonesia yang berada dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

Praka Farizal Rhomadhon dipastikan gugur dalam peristiwa tersebut, sementara tiga personel lain, atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, terluka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan ketiga personel yang terluka itu telah dievakuasi ke fasilitas medis, termasuk Praka Rico yang mengalami luka berat diungsikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif.

Menurut situs Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), per Januari 2026 terdapat sebanyak 756 anggota yang berasal dari Indonesia yang berpartisipasi dalam Unifil Lebanon. (kmb/balipost)dline

BAGIKAN