Bencana tanah longsor yang melanda Karangasem beberapa waktu lalu. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kerugian materiil yang ditimbulkan akibat dampak bencana alam yang melanda Kabupaten Karangasem dalam kurun waktu dua bulan pertama di tahun 2026 cukup besar. Berdasarkan data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, kerugian dampak bencana selama dua bulan terakhir mencapai miliaran rupiah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, selama dua bulan terakhir, terhitung dari Januari hingga Februari 2026 Kabupaten Karangasem telah dilanda sebanyak 143 bencana. Bencana menimbulkan kerugian diperkirakan mencapaiRp 3,3 miliar. “Ratusan bencana tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem,” ujarnya.

Baca juga:  Dianggarkan 1,5 Miliar, Penggantian Papan Nama Jalan di Denpasar Berlanjut

Arimbawa mengatakan, bencana didominasi oleh pohon tumbang yang menimpa akses jalan, rumah, palinggih, dan fasilitas umum lainnya. Kemudian ada tanah longsor dan banjir yang terjadi di beberapa wilayah. “Beruntung beberapa bencana yang terjadi tidak sampai menyebabkan adanya korban jiwa,” katanya.

Selama musim hujan berlangsung, bencana alam seperti pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir kemungkinan besar masih akan terus melanda beberapa wilayah di Karangasem. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika melakukan aktivitas baik di dalam rumah maupun luar rumah.

Baca juga:  21 Persen DAS di Bali Kondisi Kritis

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar ketika terjadi hujan deras, termasuk di dekat tebing untuk mencegah hal-hal yang tak diharapkan,” pinta Arimbawa. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN