Prosesi pengukuhan Jagabaya Bali Adung pada Rabu (25/3). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pengukuhan Jagabaya Bali Adung Catur Lawa dan sejumlah pasemetonan lainnya di Besakih secara resmi dilakukan pada, Rabu (25/3). Pengukuhan tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara mejaya-jaya di Pura Penataran Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.

Ketua Jagabaya Bali Adung, Pandu Prapanca Lagosa mengungkapkan, hakikat dibentuknya Jagabaya Bali Adung ini adalah untuk menjaga taksu Pura Penataran Agung Besakih. Pihaknya juga meletakkan fondasi bahwa pasemetonan Catur Lawa semuanya merupakan keluarga besar. Selain pasemetonan dari Catur Lawa, Jagabaya Bali Adung ini juga berasal dari 12 pasemetonan.

Baca juga:  Puncak Karya IBTK di Pura Agung Besakih Dipuput 13 Sulinggih

“Kita di Catur Lawa adalah keluarga sehingga tidak ada lagi perbedaan yang perlu diperdebatkan lagi. Karena kita berada di Besakih ini berdasarkan purana, catatan-catatan, dan merupakan waris ke waris dari Ida Sesuhunan” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan Jagabaya Bali Adung adalah berdasarkan hasil diskusi para pangelingsir saat pembentukan Shaba Catur Lawa. Setelah terbentuk, pasemetonan Jagabaya Bali Adung siap ngaturang ayah-ayahan selama pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih.

Baca juga:  Bupati Adi Arnawa Terima Kunjungan Wali Kota Eri Cahyadi

“Saat karya IBTK ini Jagabaya Bali Adung ini sudah bisa ngaturang ngayah untuk mendukung atau men-support pacalang Desa Adat Besakih untuk menyukseskan karya IBTK ini. Dan untuk jumlah, Jagabaya Bali Adung Catur Lawa ini sebanyak 300 orang pecalang. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN