Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Penerapan kegiatan belajar mengajar secara hibrid (daring dan luring) untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah krisis energi global tidak jadi diberlakukan alias dibatalkan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah setelah rangkaian libur hari raya Idulfitri.

Ia mengatakan wacana penerapan kegiatan belajar mengajar secara hibrid dibatalkan karena mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan pendidikan karakter para murid.

Baca juga:  Putusan PHPU Pilpres Dibacakan pada 22 April, Pemerintah Siapkan Mitigasi Keamanan

“Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” kata Mendikdasmen Mu’ti saat dihubungi di Jakarta, Rabu (25/5).

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pembelajaran dapat dilaksanakan seperti biasa, yakni siswa dapat datang ke sekolah untuk proses pembelajaran.

“Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa,” kata Pratikno dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  KPK Tak Tutup Kemungkinan Panggil Bobby Nasution

Ia menambahkan memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.

Namun demikian, lanjutnya, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, maka pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.

Baca juga:  International Surf Exhibition Cimaja, Ajang Promosi Geopark Cileteuh

Menko PMK pun menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.

Oleh karena itu, ia mengatakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa.

“Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” tegas Pratikno. (kmb/balipost)

BAGIKAN