Foto udara sejumlah kapal bersandar di Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026). Layanan penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk ditutup sementara untuk menghormati perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu di Pulau Bali dan akan dibuka kembali pada Jumat 20 Maret 2026 pukul 05.00 WIB. (BP/Antara)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Macet parah di Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik Lebaran 2026 menjadi perhatian pemerintah pusat.

Guna mencegah macet parah terulang saat arus balik mudik Lebaran ke Bali, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk memakai kebijakan relaksasi kerja yang diberikan pemerintah pada 25-27 Maret 2026 untuk menghindari kepadatan kendaraan saat puncak arus balik.

“Ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak semuanya memilih balik pada hari ini sehingga dapat mengurai puncak arus balik,” ujar Kapolri saat mengunjungi Command Center ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/3) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Dituntut 5 Tahun Malah Dibebaskan, Jaksa Ajukan Kasasi Vonis Kasus PNPM-RM Rendang

Polri sendiri memprediksi puncak arus balik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 23-24 Maret dan 28-29 Maret 2026.

Oleh karena itu, Kapolri mengharapkan pemudik dapat mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel.

Selain itu, Kapolri juga mengingatkan adanya potensi kepadatan di sejumlah destinasi wisata yang mengalami peningkatan kunjungan, seperti kawasan Malioboro di Yogyakarta, Pangandaran di Jawa Barat serta wilayah Puncak dan beberapa daerah di Bali.

Baca juga:  Obyek Wisata Ini Sajikan Panorama Selat Lombok

Faktor cuaca juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah timur Indonesia yang berpotensi mengalami hujan. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada kelancaran transportasi, terutama di jalur penyeberangan.

Kapolri meminta seluruh jajaran untuk mempersiapkan langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas, guna menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Keberhasilan pelayanan mudik dan balik ini adalah keberhasilan bersama, seluruh stakeholder,” ujarnya.

Secara umum, Kapolri menyebut pelaksanaan arus mudik hingga saat ini berjalan baik.

Baca juga:  Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Belum Terealisasi, Giri Prasta Ungkap Sejumlah Kendala Ini

Meski terjadi peningkatan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya, angka kecelakaan dan tingkat fatalitas justru mengalami penurunan.

Kondisi itu diharapkan dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian arus balik selesai.

“Beberapa waktu yang lalu sudah kita umumkan terkait dengan angka tingkat kenaikan yang melaksanakan mudik terjadi peningkatan dibandingkan yang sebelumnya. Demikian juga terkait dengan tingkat kecelakaan dan tingkat fatalitas juga mengalami penurunan.Tentunya ini menjadi penekanan kita agar sampai dengan rangkaian arus balik selesai ini angka-angka tersebut bisa dipertahankan,” ucap Kapolri. (kmb/balipost)

BAGIKAN