Gempabumi mengguncang wilayah Karangasem pada Senin (23/3) pukul 12.19.45 WITA. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gempabumi mengguncang wilayah Karangasem pada Senin (23/3) pukul 12.19.45 WITA. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M 2,7. Episenter terletak pada koordinat 8,47° LS; 115,69° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 km Tenggara Karangasem, Bali pada kedalaman 12 km.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, SE, S.Si, dalam keterangan tertulisnya menyatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di dasar laut.

Baca juga:  Dari Kasus COVID-19 Baru di Bali Lampaui 165 Orang hingga Krematorium Bebalang Kremasi Ratusan Jenazah Pasien COVID-19

Dampak gempabumi berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Karangasem II – III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang – getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Baca juga:  2 Tahun, Pemprov Bali Hasilkan 40 Regulasi

Hingga pukul 12.31 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN