Pedagang ogoh-ogoh mini di Bangli. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Penjualan ogoh-ogoh mini menjelang Hari Raya Nyepi tahun ini lesu. Hal itu dirasakan Gus Ode, pedagang ogoh-ogoh mini musiman di Bangli. Dia mengaku omzet penjualannya menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya penurunan minat pembeli ini dipicu oleh banyaknya rentetan hari raya umat Hindu yang waktunya berdekatan.

“Tahun ini beda dengan tahun lalu. Pembelian ogoh-ogoh mini agak berkurang dari tahun lalu,” ungkap Gus Ode yang berjualan di depan Pasar Kidul, Bangli, Selasa (17/3).

Baca juga:  Kawal Balita Bebas Stunting, Pj Ketua TP PKK Bali Sambangi Kabupaten Jembrana

Dia menceritakan bahwa tahun lalu ia berani menyetok hingga ratusan ogoh-ogoh mini dan setengahnya sudah ludes jauh sebelum hari Pengrupukan. “Sekarang saya cuma cukup-cukupin untuk balik modal saja,” ujarnya.

Ogoh-ogoh mini yang dijualnya memiliki ukuran bervariasi. Harganya pun menyesuaikan ukuran mulai Rp 60 ribuan hingga Rp 300 ribu. Ogoh-ogoh mini yang dijualnya didapatkan dari sejumlah perajin di wilayah Gianyar dan Denpasar.

Baca juga:  Penilaian Ogoh-ogoh Mini, Juri Puji Karya Pemuda Denpasar

Gus Ode berharap pada hari Pengrupukan yang jatuh Rabu (18/3), penjualan ogoh-ogoh mininya bisa meningkat. “Biasanya saat pengrupukan banyak orang yang datang untuk beli, terutama orang tua dengan anaknya karena pasti anak-anak nyari ogoh-ogoh untuk dipakai malam pangrupukan,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN