
DENPASAR, BALIPOST.com – Saat Pangerupukan di Denpasar, masyarakat akan membajiri titik-titik lokasi pawai ogoh-ogoh, salah satunya di Kawasan Catur Muka. Tidak hanya pengalihan arus lalu lintas, kesiapan dari sisi penanganan kesehatan juga dilakukan.
Seperti yang dilakukan pihak RSUD Wangaya dengan menyiapkan 3 ambulans hingga 12 tabung oksigen saat pangerupukan nanti.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Wangaya, dr. I Wayan Edy Wirawan, Sabtu (14/3) mengatakan, kesiapkan ini sudah dilakukan secara rutin saat malam pangerupukan. Selain tabung oksigen dan 3 ambulans, pihaknya juga telah menyiapkan tim medis yang akan bertugas di posko kesehatan di Kantor Wali Kota Denpasar.
Menurutnya, RSUD Wangaya selalu dilibatkan dalam mendukung pelayanan kesehatan selama rangkaian Hari Raya Nyepi, khususnya saat kegiatan pawai ogoh-ogoh yang melibatkan banyak masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan tenaga medis, sarana ambulans, serta perlengkapan medis menjadi hal penting yang harus dipastikan.
“Untuk ambulans kami menyiapkan tiga unit. Satu ambulans akan disiagakan langsung di lokasi pengerupukan di sekitar Kantor Walikota Denpasar, sedangkan dua ambulans lainnya tetap siaga di RSUD Wangaya untuk mendukung pelayanan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar dr. Edy.
Demikian 12 tabung oksigen disiapkan untuk mendukung penanganan medis di lokasi kegiatan. Tabung oksigen tersebut terdiri dari beberapa ukuran, baik tabung besar maupun tabung kecil, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan penanganan pasien di lapangan.
Menurut dr. Edy, ketersediaan oksigen menjadi salah satu hal penting dalam pelayanan kegawatdaruratan. Oleh sebab itu, pihak rumah sakit memastikan jumlah oksigen yang disiapkan mencukupi untuk mendukung pelayanan selama kegiatan berlangsung.
Ia menambahkan, apabila terjadi kekurangan oksigen di lokasi, tim medis akan segera melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mendatangkan tambahan tabung oksigen dari RSUD Wangaya ke posko kesehatan di Kantor Walikota Denpasar.
Dengan berbagai persiapan tersebut, RSUD Wangaya berharap pelayanan kesehatan saat malam pengerupukan dapat berjalan optimal sehingga masyarakat yang mengikuti pawai ogoh-ogoh dapat merasa lebih aman dan nyaman. (Widiastuti/balipost)










