Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Denpasar tengah menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (8/1). (BP/eka)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bali terus diperluas. Namun hingga kini cakupan penerima manfaat baru mencapai sekitar 59 persen sehingga masih dibutuhkan tambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau seluruh sasaran.

Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina G.W., mengatakan perhitungan awal menunjukkan kebutuhan ideal SPPG di Bali sekitar 355 unit. Namun angka tersebut berpotensi bertambah setelah adanya penambahan kelompok penerima manfaat dari tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah.

Baca juga:  8 Terobosan Sang Educator in Chief: Asa Bagi Generasi Emas

“Awalnya potensinya sekitar 355 SPPG. Tetapi setelah ada penambahan tenaga pendidik, kapasitasnya kemungkinan meningkat menjadi sekitar 365 sampai 370 SPPG,” ujarnya di Denpasar, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, program MBG tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga seluruh sumber daya manusia di sekolah jika sudah terdaftar sebagai penerima manfaat di SPPG. Termasuk di dalamnya guru, staf tata usaha, hingga petugas keamanan sekolah.

Selain sekolah negeri, sekolah swasta juga dapat menerima program tersebut. Namun pelaksanaannya bergantung pada kesiapan dan persetujuan masing-masing sekolah. “Sekolah swasta biasanya kami tanyakan terlebih dahulu apakah bersedia menerima atau tidak. Ada yang menerima, ada juga yang belum,” katanya.

Baca juga:  MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Menu Kering Disiapkan untuk Siswa Muslim

Risca menyebutkan, jumlah SPPG di Bali saat ini tersebar di berbagai kabupaten/kota dengan jumlah berbeda. Kota Denpasar menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni lebih dari 36 unit. Disusul Kabupaten Tabanan sekitar 31 unit, Buleleng sekitar 28 unit, dan Badung 27 unit.

Sementara itu, Kabupaten Jembrana tercatat sekitar 21 unit, Gianyar 17 unit, Karangasem 16 unit, Bangli 12 unit, serta Klungkung sekitar 9 unit.

Baca juga:  Menu Program Makan Bergizi Gratis Kedepankan Potensi Local

Menurutnya, perkembangan pembangunan dan operasional SPPG di Bali tergolong cukup cepat, terutama sejak pertengahan 2025 hingga awal 2026. “Memasuki tahun 2026 ini progres di Bali termasuk cepat. Dari pertengahan 2025 sampai awal 2026 perkembangannya cukup pesat,” ujarnya.

Dengan percepatan tersebut, pemerintah berharap program MBG dapat menjangkau seluruh penerima manfaat di Bali dalam waktu dekat. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN