
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengelola Jalan Tol Bali Mandara akan menghentikan sementara operasional jalan tol selama 32 jam dalam rangka menghormati hari raya Nyepi Tahun Caka 1948 yang jatuh pada Kamis (19/3) mendatang.
Penutupan operasional tol akan diberlakukan mulai Rabu (18/3) pukul 23.00 WITA hingga Jumat (20/3), pukul 07.00 WITA atau selama 32 jam. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pengelola dalam menjaga kekhidmatan hari suci umat Hindu di Bali yang identik dengan suasana hening tanpa aktivitas.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang menegaskan bahwa penghentian operasional jalan tol merupakan bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi di Pulau Dewata. Kebijakan tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap pelaksanaan hari raya Nyepi yang merupakan hari suci bagi umat Hindu di Bali.
“Selama penutupan, petugas tol akan tetap siaga guna memastikan layanan tetap berjalan sesuai standar operasional. Namun demikian, akses jalan tol tetap dapat digunakan untuk kepentingan darurat, seperti kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, maupun kendaraan operasional penting lainnya,” ungkap Adiputra Karang pada Kamis (12/3).
Ia menambahkan, kendaraan darurat tetap dapat melintas dengan pengawalan sesuai prosedur yang berlaku. “Tapi penggunaan jalur tol untuk keperluan tersebut harus disertai pendampingan dari pecalang atau instansi terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ucapnya.
Selain itu, pihak pengelola tol juga memberikan dukungan terhadap rangkaian upacara menjelang Nyepi, salah satunya prosesi Upacara Melasti yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 05.00 WITA di kawasan pamelastian Desa Adat Pedungan. Untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut, perusahaan akan menurunkan Tim Mobile Customer Service serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pecalang dalam pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi upacara.
Selama prosesi melasti berlangsung, rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow sementara akan diterapkan di jalan akses Pelabuhan Benoa mulai pukul 05.00 WITA hingga kegiatan selesai.
“Jalur dari Depo Pertamina menuju Pelabuhan Benoa akan diperuntukkan masyarakat yang mengikuti upacara, sedangkan jalur dari pelabuhan menuju Pesanggaran akan difungsikan sebagai jalur dua arah,” katanya.
Pihak pengelola juga menyiagakan petugas kebersihan di sekitar lokasi kegiatan serta menyediakan ambulans di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi situasi darurat selama prosesi berlangsung.
Sementara itu, penghentian aktivitas juga akan diterapkan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bandara utama di Bali tersebut akan menghentikan operasional selama 24 jam mulai 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak beroperasi, dengan rincian 231 penerbangan rute domestik dan 209 rute internasional.
General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah layanan pendukung untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama periode Ramadan dan Nyepi.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan pelayanan terbaik selama periode bulan Ramadan dan hari raya Nyepi yang akan diperingati pada 19 Maret mendatang. Kami memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia dengan baik, serta kualitas layanan dalam taraf optimal, sehingga penumpang dapat merasakan suasana nyaman yang penuh dengan harmoni di tengah perjalanan,” katanya. (Parwata/balipost)










