Warga dibantu BPBD melakukan pembersihan sisa lumpur. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, hingga Rabu (11/3) masih terus membersihkan material sisa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut hampir sepekan lalu. Lumpur, batang kayu, dan berbagai sampah yang terbawa arus sungai masih terlihat menumpuk di sejumlah titik.

Banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WITA itu menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan berbagai barang berharga hanyut terbawa arus. Hingga kini warga masih melakukan pembersihan secara gotong royong dibantu tim gabungan di lingkungan masing-masing.

Baca juga:  Dari Belasan Ribu Terdaftar, Baru 5.356 Penerima di Tabanan yang Terima BST

Salah seorang warga Banjar Ambengan, Ketut Sabtu Sukarta, mengatakan arus banjir saat kejadian sangat deras dan membawa batang kayu berukuran besar hingga menghantam tembok dan rumah warga.

“Banyak kayu besar terbawa arus. Kayu-kayu itu bahkan menghantam tembok. Sekarang sudah dipotong-potong karena ukurannya besar,” ujarnya.

Menurutnya, hampir setiap rumah masih melakukan pembersihan lingkungan karena material banjir masih menutup sejumlah akses jalan. Warga bahkan terpaksa meliburkan aktivitas kerja untuk fokus membersihkan rumah dan lingkungan.

Baca juga:  Selama 6 Jam, Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Capai 19 Kali

Selain kerusakan rumah, sejumlah warga juga kehilangan perlengkapan rumah tangga karena hanyut terbawa banjir. Saat ini beberapa warga terpaksa menumpang di rumah kerabat.

“Kebutuhan mendesak sekarang tempat tidur dan perlengkapan memasak, karena semuanya hanyut dibawa banjir,” katanya.

Warga juga menyoroti kondisi sungai di wilayah tersebut yang saat musim hujan kerap meluap. Padahal saat kondisi normal, aliran sungai terlihat kecil.

Ketut Sabtu Sukarta menambahkan, banjir serupa pernah terjadi pada tahun 2017. Saat itu sekitar lima rumah warga sempat terendam. Usai kejadian tersebut sempat ada rencana pembangunan penyenderan sungai untuk mengantisipasi banjir, namun hingga kini belum terealisasi.

Baca juga:  Desa Adat Dauhwaru Kolaborasi Dalam Pengelolaan Sampah

“Waktu itu ada rencana penyenderan, tapi belum direalisasi sampai sekarang. Sekarang setelah kejadian lagi ada janji lagi,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan penyenderan sungai serta penanganan lebih lanjut agar kejadian banjir bandang tidak kembali terulang saat musim hujan. “Kita berharap agar segera terealisasi. Supaya tidak omon – omon,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN