Petugas melakukan pencarian korban terseret banjir di Banjar, Buleleng pada Jumat malam (6/3). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng tak hanya menyebabkan Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal, Desa Banjar, tewas. Bencana ini juga mengakibatkan 3 warga hilang diterjang air bah.

Tiga warga dari Dusun Ambengan, Desa Banjar ini adalah Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Ketiganya diduga terseret banjir setelah rumah mereka diterjang luapan Sungai Mendaum.

Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa, menjelaskan saat banjir datang, Putu Wini sempat merekam kondisi banjir menggunakan ponsel. Saat itu Wini berada di luar kamar, sementara ibunya Suci dan adiknya Wahyu berada di dalam kamar. Sementara ayah mereka, Kadek Witana, sedang berada di luar rumah.

Baca juga:  Rampung Renovasi, Toilet Wantilan Jagatnata Masih Memprihatinkan

“Saat itu korban sempat mengatakan banjir sambil merekam menggunakan ponselnya. Namun tiba-tiba banjir besar datang disertai batang kayu dan lumpur yang menghantam rumah hingga dinding sebelah barat jebol dan menghanyutkan ketiganya,” jelasnya.

Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Banjar mengalami kerusakan. Namun hingga kini pihak desa masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak serta total kerugian yang dialami warga.

“Jumlah rumah yang rusak masih dalam pendataan, yang jelas puluhan rumah terdampak banjir,” tambahnya.

Baca juga:  Banjir Bandang Landa 3 Provinsi, Pemerintah Nyatakan Masih Sanggup Atasi Bencana

Sementara itu, upaya pencarian terhadap tiga korban yang hilang sempat dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Buleleng, TNI, Polri, PMI serta warga setempat. Namun pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi cuaca dan lokasi yang tidak memungkinkan.

Koordinator Pos Basarnas Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan pencarian dihentikan sementara karena debit air masih tinggi dan lokasi kejadian dipenuhi lumpur. Selain itu cuaca yang masih mendung dikhawatirkan memicu banjir susulan.

“Karena situasi tidak memungkinkan, pencarian kami hentikan sementara. Banjir masih tinggi dan lokasi berlumpur sehingga berisiko bagi tim,” jelasnya.

Baca juga:  Jembatan Darurat Blimbingsari Hanya Bisa Dilintasi Roda Dua

Pencarian rencananya akan dilanjutkan Sabtu (7/3) pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Tim SAR akan membagi pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Mendaum serta melakukan penyisiran di kawasan pesisir pantai.

“Kami akan membagi tim untuk menyusuri aliran sungai dan melakukan penyisiran di wilayah pantai. Kami berharap ketiga korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendirikan dua posko, masing-masing untuk mendukung proses pencarian korban serta melakukan pendataan kerusakan dan kerugian akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN