
SINGASANA, BALIPOST.com – Sepuluh ogoh-ogoh terbaik peraih juara I dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Tabanan mulai dipusatkan di kawasan Garuda Wisnu Singasana (GWS). Proses pemindahan karya seni sekaa teruna itu dijadwalkan berlangsung dua hari, 11–12 Maret 2026, dengan pengangkutan dilakukan pada malam hari mulai pukul 21.00 WITA.
Pengangkutan atau loading ogoh-ogoh tersebut akan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan guna menjaga keamanan sekaligus kelancaran arus lalu lintas selama proses pemindahan berlangsung. Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, Senin (9/3), mengatakan, seluruh tahapan teknis telah disepakati dalam rapat teknikal meeting yang diikuti instansi terkait serta perwakilan peserta yang menjadi juara pertama di tingkat kecamatan.
Menurutnya, pengangkutan ogoh-ogoh ke kawasan GWS sengaja dibagi menjadi dua hari agar proses pemindahan dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di jalur yang dilalui peserta. “Pada 11 Maret dijadwalkan lima ogoh-ogoh diangkut ke GWS, sedangkan lima peserta lainnya pada 12 Maret. Pembagian ini dilakukan agar proses di lapangan lebih tertib dan pengangkutan berjalan maksimal,” jelasnya.
Setelah seluruh ogoh-ogoh tiba di kawasan GWS, panitia menjadwalkan gladi pada 13-14 Maret 2026. Pada 14 Maret juga akan dilaksanakan penilaian tingkat kabupaten oleh tim juri utama untuk menentukan para pemenang lomba.
Puncak Festival Singasana sendiri akan berlangsung pada Minggu (15/3), dengan pawai ogoh-ogoh dewasa yang dimulai pukul 16.00 WITA. Pawai akan bergerak dari depan GWS menuju Jalan Gunung Agung ke arah selatan hingga Patung Sagung Wah.
Selanjutnya, peserta berbelok ke kanan menuju Jalan Parkit di depan panggung kehormatan, sebelah selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya. Pada titik tersebut, setiap peserta diberikan kesempatan menampilkan atraksi maksimal selama 10 menit sebelum melanjutkan perjalanan hingga finis di Lapangan GWS.
Penentuan juara terbaik I, II, dan III dilakukan oleh tim juri utama. Sementara juara Harapan I, II, dan III ditetapkan oleh juri kehormatan. Festival Singasana III ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Caka 1948 dengan mengusung tema “Nyomya Butha Kala Nyanggra Nawa Warsa I Caka 1948 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana.”
Subagia menambahkan, festival ogoh-ogoh ini juga menjadi salah satu inisiasi Bupati Tabanan sejak 2024 sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas Sekaa Teruna dalam menjaga serta melestarikan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya Bali. “Melalui festival ini diharapkan generasi muda tetap termotivasi berkarya sekaligus menjaga warisan budaya Bali,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)










