Ogoh-ogoh karya STT Adnya Putra, Banjar Taman, Desa Adat Tegal dalam Badung Caka Fest 2026 di Puspem Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penampilan ogoh-ogoh bertajuk “Maya Tamah” dari Sekaa Teruna Adnya Putra, Banjar Taman Tegal, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, sukses memukau ribuan penonton dalam ajang Badung Caka Fest 2026. Tampil sebagai peserta dengan nomor undi 1, karya ini langsung menyedot perhatian sejak awal pementasan.

Ogoh-ogoh yang dihadirkan tidak hanya menonjolkan kekuatan visual, tetapi juga sarat pesan filosofis. Kreativitas para pemuda Banjar Taman Tegal terlihat dari detail bentuk ogoh-ogoh, tata gerak, hingga alur cerita yang disajikan di hadapan penonton yang memadati arena festival.

Baca juga:  Ogoh-ogoh, Kreasi, Kontestasi dan Sensasi

Konseptor ogoh-ogoh, I Putu Wira Putra menggambarkan karya tersebut sebagai refleksi kondisi manusia di tengah godaan duniawi. Ia menuturkan makna mendalam di balik konsep “Maya Tamah” yang diangkat dalam pementasan tersebut.

“Di bawah langit zaman Kalabendu yang kelam, manusia terpasung dalam belenggu Maya Tamah, di mana ilusi materi menutupi nurani dan kebenaran. Jiwa manusia ternoda materi, energi tak terkendali, kemanusiaan terkoyak-koyak oleh tarian bhuta kala yang haus keserakahan duniawi. Diantara puing ilusi yang masih tersisa, marilah kita tetap jaga nyala api dharma, untuk mencari keseimbangan abadi, moksartham jagadhita ya ca iti dharma,” jelasnya.

Baca juga:  Akhirnya Dana Ogoh-ogoh Badung Cair, Bupati Minta Tak Ada Bazaar

Konsep tersebut kemudian diwujudkan dalam sosok ogoh-ogoh yang menggambarkan kekuatan bhuta kala sebagai simbol energi negatif yang lahir dari keserakahan dan ilusi dunia. Gerakan dinamis para pengusung serta iringan musik tradisional semakin memperkuat dramatika cerita yang disuguhkan.

Penonton yang hadir tampak terpukau dengan penampilan tersebut. Sorak sorai dan tepuk tangan beberapa kali menggema saat ogoh-ogoh digerakkan dengan berbagai atraksi yang menegangkan sekaligus artistik.

Baca juga:  Soal Pengarakan Ogoh-ogoh, Ini Kata Kapolresta

Badung Caka Fest sendiri menjadi ajang kreativitas generasi muda dalam melestarikan tradisi ogoh-ogoh menjelang hari raya Nyepi. Festival ini juga memberi ruang bagi para sekaa teruna untuk mengekspresikan gagasan seni, budaya, sekaligus pesan moral melalui karya ogoh-ogoh yang mereka ciptakan.

Penampilan Sekaa Teruna Adnya Putra Banjar Taman Tegal menjadi salah satu sorotan dalam festival tahun ini. Dengan konsep kuat dan eksekusi artistik yang matang, “Maya Tamah” berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton yang menyaksikan langsung kemegahan karya tersebut. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN