
GIANYAR, BALIPOST.com – Sebanyak 21 ogoh-ogoh terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gianyar akan tampil dalam ajang Wimbakara Ogoh-ogoh Caka 1948 yang digelar dalam rangkaian Pekan Budaya Gianyar 2026. Mengusung tema “Bhuana Purnaning Jiwa”, lomba tahun ini menghadirkan semangat pelestarian tradisi sekaligus penguatan nilai filosofis budaya Bali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang ekspresi dan kreativitas yowana (pemuda) dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Wimbakara ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperdalam makna filosofi ogoh-ogoh. Tema Bhuana Purnaning Jiwa mengandung pesan keseimbangan antara bhuana agung dan bhuana alit, yakni harmonisasi antara alam semesta dan manusia,” ucapnya.
Ia menjelaskan, secara etimologi, kata bhuana berasal dari bahasa Sansekerta “bhuvana” yang berarti dunia atau alam semesta. Dalam konteks tema tahun ini, “Bhuana Purnaning Jiwa” dimaknai sebagai upaya penyempurnaan jiwa manusia (bhuana alit) dalam rangka menjaga kesucian dan keseimbangan alam semesta (bhuana agung).
Ajang Pekan Budaya Gianyar 2026 memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Untuk tingkat kecamatan, juara pertama akan memperoleh Rp25 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp15 juta. Hadiah akan dipotong pajak.
Sementara, di tingkat kabupaten, juara pertama mendapatkan Rp50 juta, juara kedua Rp40 juta, juara ketiga Rp30 juta, serta juara harapan dengan total hadiah mulai dari Rp10 juta hingga Rp25 juta. Sekda Gianyar yang akrab disapa Gus Bem ini berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi daya tarik dalam Pekan Budaya Gianyar 2026.
“Kami mengajak seluruh yowana se-Kabupaten Gianyar untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tampilkan karya terbaik yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga sarat makna,” tegasnya.
Sementara, Sekretaris Komisi IV DPRD Gianyar, Wayan Swarjaya menekankan pentingnya peran sekaa teruna (ST) dalam menjaga kelestarian tradisi Bali sekaligus sebagai media interaksi sosial yang positif. Dewan tentu mendorong ST di Gianyar bisa tampil maksimal dalam Wimbakara Ogoh-ogoh Caka 1948 yang digelar dalam rangkaian Pekan Budaya Gianyar 2026.
”Kami sangat mendukung kreativitas anak muda ini. ST memiliki peran kunci menjaga identitas budaya kita. Kami berharap para pemuda juga tetap menjaga situasi kondusif, aman, dan tertib saat malam pengarakan nanti,” kata Swarjaya. (Wirnaya/balipost)










