
DENPASAR, BALIPOST.com – TNI melalui Korem 163/Wira Satya menyiapkan pasukan siaga untuk mendukung pengamanan Hari Suci Nyepi Caka 1948 yang berdekatan dengan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Bali. Dalam skema pengamanan tersebut, pecalang tetap menjadi garda terdepan dengan dukungan aparat negara.
Komandan Korem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan pecalang, kepolisian, dan seluruh komponen masyarakat demi menjaga situasi Bali tetap aman dan kondusif.
“Kami siap bersinergi dengan pecalang, kepolisian, serta seluruh komponen masyarakat agar Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri berjalan aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya usai menghadiri Gelar Agung Pecalang Bali 2026 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (7/3).
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Korem 163/Wira Satya telah menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang siap digerakkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk membantu kepolisian. Selain itu, di tingkat kabupaten/kota, masing-masing Komando Distrik Militer (Kodim) juga telah menyiapkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST).
Menurutnya, pola pengamanan di Bali tetap mengedepankan peran pecalang sebagai penjaga keamanan berbasis adat yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Bali.
Ia menegaskan bahwa sejak dahulu para leluhur di Bali telah menanamkan nilai bahwa keamanan pulau ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Saya percaya leluhur kita di Bali sudah mencanangkan bahwa keamanan Bali adalah milik kita bersama, sehingga pecalang tetap dikedepankan dalam menjaga keamanan,” tegasnya.
Danrem juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga suasana kondusif serta saling menghormati selama perayaan Nyepi dan Idul Fitri agar kedua hari besar keagamaan tersebut dapat berlangsung dengan tertib dan penuh kedamaian. (Ketut Winata/balipost)










