Sejumlah bonsai dipajang dalam Kontes Bonsai Buleleng 2026. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 518 bonsai dari berbagai daerah di seluruh Indonesia meramaikan Pameran dan Kontes Bonsai Buleleng 2026 yang digelar pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026 di RTH Taman Bung Karno, Singaraja. Ajang bergengsi ini kembali menjadi magnet dalam rangkaian peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja.

Kegiatan yang konsisten masuk agenda perayaan HUT Kota Singaraja sejak 2023 ini secara resmi dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sudjitdira, pada Rabu (4/3) malam. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak pendukung atas terselenggaranya kontes dan pameran berskala nasional tersebut.

Baca juga:  Luncurkan Aplikasi, Bupati Giri Prasta Puji Inovasi ST Mekar Jaya

Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi ruang bagi seniman dan penghobi bonsai untuk menampilkan karya terbaik, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan di Kabupaten Buleleng.

“Kami berikan ruang dan wadah bagi para seniman dan penghobi bonsai dari berbagai daerah untuk menampilkan karya terbaiknya sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai salah satu pusat perkembangan seni bonsai di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:  Gianyar Raih Tropi dan Penghargaaan Kalpataru 2018

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), I Ketut Yoga Saputra, melaporkan bahwa 518 bonsai yang dikonteskan dan dipamerkan terdiri dari berbagai jenis unggulan seperti ficus/beringin, asoka, sianci, saeng simbur, serut, sisir, kaliaga, sancang dan jenis lainnya.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dengan sejumlah kategori penghargaan, yakni Best 10 Terbaik di masing-masing kelas (Utama, Madya, Pratama, dan Bahan), Best in Show sebagai terbaik di seluruh pameran, serta Best Spesies untuk pohon lokal Indonesia terbaik.

Baca juga:  Rentan Picu Kerumunan, Pameran Ratusan Bonsai Tetap Digelar Saat Pandemi Covid-19

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan karya seni tanaman bernilai tinggi, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan penghobi dari berbagai provinsi turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sekitar kawasan Taman Bung Karno dan wilayah Buleleng secara umum.

“Momentum ini sekaligus mengangkat nama Buleleng sebagai salah satu barometer perkembangan bonsai di Indonesia,” terangnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN