Pengecekan lokasi buffer zone atau penampungan sementara kendaraan yang akan menyeberang sebelum masuk ke Pelabuhan Gilimanuk. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kesiapan jalur darat hingga penyeberangan di Gilimanuk mulai dimatangkan. Petugas gabungan di Kabupaten Jembrana turun langsung memeriksa kondisi jalan nasional Denpasar–Gilimanuk. Tim yang melibatkan Polres Jembrana, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja hingga instansi pekerjaan umum menyisir jalur dari perbatasan Jembrana–Tabanan di Pekutatan hingga Pelabuhan Gilimanuk. Langkah ini untuk memastikan akses utama pemudik dari Bali menuju Jawa dalam kondisi aman dan lancar.

Dari hasil pemantauan, masih ditemukan sejumlah titik jalan berlubang, bergelombang, serta proyek perbaikan yang menerapkan sistem buka-tutup. Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Wayan Suastika, mengimbau masyarakat yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk agar meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga:  Tangani Sejumlah Korupsi, Kejati Bali Sampaikan Dua Perkembangan Terbaru

“Kami harapkan perbaikan segera tuntas sebelum puncak arus mudik. Pemudik juga disarankan berangkat lebih awal untuk menghindari antrean panjang,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah langkah tindak lanjut telah disepakati, di antaranya pemasangan lampu penerangan jalan oleh Dinas Perhubungan, pemadatan lintasan di Terminal Cargo Gilimanuk oleh Bina Marga, serta pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas oleh Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga akan melakukan pembersihan area Terminal Cargo sebelum dimulainya Operasi Ketupat Agung 2026.

Baca juga:  Tim Kepelatihan Bali United FC Musim 2025/2026 Terbentuk

Polres Jembrana menyiapkan enam posko, terdiri atas empat pos pengamanan di sepanjang jalur mudik, satu pos pelayanan di Terminal Kargo Gilimanuk, dan satu pos terpadu di kawasan pelabuhan. Fasilitas istirahat, MCK hingga tempat ibadah turut disiapkan, termasuk pemanfaatan masjid-masjid besar di jalur utama sebagai lokasi rehat sementara.

Di sisi penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan armada dan infrastruktur di lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk dalam kondisi siap operasi. Secara nasional, pergerakan penumpang diproyeksikan mencapai 5,8 juta orang atau meningkat sekitar 9 persen dibanding tahun lalu.

Baca juga:  Tim Yustisi Akhirnya Tutup Usaha Cincau Tak Higienis

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan, skema operasional dan penambahan kapal telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang. Untuk lintasan Ketapang–Gilimanuk, rata-rata 28 hingga 32 kapal disiagakan setiap hari.

Selain itu, diterapkan delaying system melalui buffer zone menuju pelabuhan serta pembatasan pembelian tiket di radius tertentu. Calon penumpang diminta membeli tiket lebih awal melalui platform Ferizy dan datang sesuai jadwal keberangkatan. Dengan pengawasan jalur darat dan kesiapan armada penyeberangan tersebut, arus mudik dan balik Lebaran di Gilimanuk diharapkan dapat terkendali. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN