
GIANYAR, BALIPOST.com – Dalam upaya mempercepat peningkatan kualitas kesejahteraan keluarga di Bali, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamen Kependudukan)/Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Senin (2/3).
Kedatangan Wamen disambut langsung oleh Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, bersama Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kav Rizal Wijaya.
Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dialog langsung dengan penerima manfaat kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD).
Rangkaian kegiatan dimulai di SPPG Celuk II, Desa Celuk, tempat pengolahan menu bergizi bagi masyarakat. Dalam arahannya, Ratu Ayu Isyana menekankan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada tiga pilar utama. Ini mencakup sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, dan relawan gunaemastikan distribusi tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan dan menjaga kualitas rasa dan kandungan gizi secara konsisten.
Usai meninjau operasional dapur, rombongan bergerak menuju Banjar Pagutan Kaja, Desa Batubulan. Di lokasi ini, suasana akrab tercipta saat Wamen berbincang dengan ibu hamil dan menyusui mengenai kualitas distribusi bantuan yang telah berjalan sejak tahun 2025.
Pada momen tersebut, Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kav Rizal Wijaya, turut menyerahkan paket sembako sebagai bentuk dukungan moril tambahan. “TNI melalui aparat teritorial berkomitmen penuh mengawal program strategis ini demi memastikan generasi masa depan di Gianyar tumbuh sehat dan bebas stunting,” ujar Dandim.
Para penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini. Mereka mengakui bahwa intervensi gizi melalui program MBG sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjamin asupan nutrisi yang layak bagi anak-anak mereka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Gianyar, perwakilan BKKBN Provinsi Bali, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. (Wirnaya/balipost)










