Truk dan bus tak lagi melintas di tiga ruas jalan yang berkaitan dengan penataan titik nol kilometer Kota Singaraja. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pembangunan dan penataan kawasan titik nol kilometer Kota Singaraja berdampak pada perubahan arus lalu lintas. Kendaraan berat seperti truk dan bus kini tidak lagi diperkenankan melintas di Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, dan Jalan Ngurah Rai.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama proses penataan kawasan pusat kota berlangsung.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Buleleng, Cok Adithya Wiraputra Yudha, Senin (2/3), menjelaskan kendaraan berat yang sebelumnya melintas di Jalan Veteran dan Jalan Ngurah Rai akan dialihkan ke Jalan Gajah Mada. “Pengalihan ini sesuai arahan Bupati agar kawasan titik nol nantinya steril dari kendaraan truk dan alat berat, termasuk bus,” ujarnya.

Baca juga:  Puluhan Anggota Kodim Dijatah Sepeda Motor

Data Dinas Perhubungan mencatat, pada jam sibuk proporsi kendaraan berat di Jalan Veteran hanya sekitar 3 persen, di Jalan Ngurah Rai sekitar 2 persen, sedangkan di Jalan Gajah Mada mencapai 4 persen. Secara umum, arus lalu lintas di ketiga ruas jalan tersebut masih didominasi sepeda motor dan mobil pribadi.

Dengan pengalihan arus ini, volume kendaraan di Jalan Gajah Mada diperkirakan meningkat sekitar 3 persen. Dalam hitungan harian, sebanyak 126 kendaraan berat dari Jalan Veteran dan 94 kendaraan berat dari Jalan Ngurah Rai akan bergabung dengan 204 kendaraan berat yang selama ini sudah melintas di Jalan Gajah Mada. Totalnya, ruas tersebut diproyeksikan dilintasi sekitar 424 truk dan bus per hari.

Baca juga:  Bangkitnya Ekonomi Kerakyatan

Untuk mengantisipasi potensi kepadatan baru, Dishub Buleleng akan melakukan simulasi perubahan arus lalu lintas. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Provinsi Bali terkait penyesuaian fase dan siklus di sejumlah simpang berlampu lalu lintas (APILL) yang terdampak.

“Beberapa simpang yang akan disesuaikan meliputi Simpang Catus Pata, Simpang Gempol, dan Simpang Kapten Muka,” tambahnya.

Selama pengerjaan proyek penataan titik 0, pengalihan arus akan dilakukan menyesuaikan tingkat urgensi pekerjaan di lapangan. Untuk meminimalkan kemacetan, distribusi material proyek dilakukan di atas pukul 22.00 Wita.

Baca juga:  Dinkes Tabanan Perjuangkan Status 13 Bidan

“Kita menyiagakan personel dalam dua shift serta menerapkan sistem on call pada waktu-waktu tertentu guna mengantisipasi lonjakan arus dan kebutuhan pengamanan lalu lintas selama proyek berlangsung,” pungkasnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN