Kondisi gedung SDN 1 Gadungsari yang rusak akibat bencana alam di tahun 2022. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Tiga ruang belajar (rombel) di SDN 1 Gadungsari, Kecamatan Selemadeg Timur, hingga kini belum diperbaiki pascarusak berat akibat bencana hujan deras disertai angin kencang pada 2022 lalu. Perbaikan sempat terkendala status lahan yang merupakan tanah milik adat. Namun setelah melalui proses panjang, lahan tersebut resmi dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Tabanan dan perbaikan direncanakan mulai April 2026.

Kepala SDN 1 Gadungsari, I Nyoman Widana, S.Pd. menjelaskan, tiga rombel yang rusak adalah ruang kelas 1, 2 dan 3. Dari total enam rombel yang dimiliki sekolah sejak berdiri 1 Agustus 1951, kini hanya tersisa tiga ruang yang bisa digunakan, ditambah satu ruang kepala sekolah.

“Sejak bencana 2022, kami tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Hanya saja satu ruang harus disekat menjadi dua hingga tiga bagian. Bahkan ruang kepala sekolah dan ruang guru juga kami manfaatkan untuk kelas rendah agar pengawasan lebih maksimal,” ujarnya, Senin (2/3).

Baca juga:  Di Bali, Ratusan Ribu Konsumen Tercatat Gunakan Elpiji 3 Kg

Saat ini jumlah siswa tercatat 44 orang, dengan total tenaga pendidik sebanyak tujuh guru, dan satu tenaga pengabdian. Widana memastikan seluruh guru kelas tersedia sehingga proses pembelajaran tetap berjalan.

Menurutnya, dengan kondisi gedung saat ini sistem pembelajaran diatur fleksibel sesuai kebutuhan anak. Guru lebih banyak menerapkan metode praktik dan pembelajaran berpusat pada murid. “Kelas rendah memang perlu pengawasan lebih. Dengan pengaturan ruang yang ada, masih bisa kami atur agar pembelajaran tetap efektif,” katanya.

Terkait kegiatan perbaikan ataupun pembangunan gedung dari pihak sekolah tidak bisa serta-merta mengusulkan karena status tanah awalnya bukan milik pemerintah daerah. Tanah tersebut merupakan milik Desa Adat Banjar Cepaka. Hingga akhirnya hasil komunikasi dan koordinasi secara intensif disepakati tanah dihibahkan kepada Pemkab Tabanan. Surat hibah telah diterima dan ditandatangani Sekda Tabanan dan sertifikat asli diserahkan kepada pemkab oleh bendesa adat didampingi perbekel.

Baca juga:  Pemeliharaan Pembangkit, PLN Minta Pemakaian Listrik Dihemat

“Setelah ada kepastian hibah, kami juga sempat dikunjungi Kepala Dinas Pendidikan minggu lalu. Disampaikan rencana perbaikan tiga rombel akan dilakukan April 2026,” jelas Widana.

Pihak sekolah berharap realisasi perbaikan berjalan sesuai rencana sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal tanpa harus berbagi ruang. “Kami bersyukur ada sinyal perbaikan. Mudah-mudahan April nanti sudah bisa mulai dikerjakan, agar anak-anak bisa belajar lebih nyaman, karena kondisi tiga rombel yang saat ini digunakan belajar oleh siswa juga sudah mulai bocor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengatakan, perbaikan SDN 1 Gadungsari telah dianggarkan melalui APBD 2026. Saat ini prosesnya memasuki tahap pemilihan konsultan perencana di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Anggaran disiapkan sebesar Rp1,1 miliar. Dana tersebut diperuntukkan perbaikan enam unit ruang belajar di sekolah setempat.

Baca juga:  Diguncang Gempa, Sejumlah Pelinggih di Bangli Rusak

Menurutnya, penganggaran ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa. “Pimpinan berkomitmen mewujudkan fasilitas pendidikan yang layak. Karena itu disiapkan anggaran melalui APBD,” tegasnya.

Selain dari APBD, Pemkab Tabanan juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan melalui program revitalisasi sekolah yang bersumber dari APBN. Saat ini anggaran revitalisasi dari pusat masih menunggu penetapan. Di Kabupaten Tabanan, tercatat sedikitnya 62 SD telah lolos verifikasi administrasi dan tinggal menunggu penganggaran dari pemerintah pusat. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN