Penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang telah disiapkan dengan diskon tarif selama arus mudik dan balik lebaran 2026. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Menghadapi arus mudik Lebaran 2026/1447 H, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan di sejumlah lintasan strategis nasional.

Pada Angkutan Lebaran tahun ini, ASDP menyiapkan kebijakan stimulus diskon tarif serta penerapan single tarif, khususnya di lintasan padat pemudik. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama lintas kementerian dan lembaga terkait pengaturan lalu lintas serta layanan penyeberangan selama periode Lebaran, termasuk surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengenai penerapan tiket satu harga di lintas Merak–Bakauheni.

Diskon diberlakukan selama 20 hari, mulai 12 hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini mencakup 14 pelabuhan pada tujuh lintasan reguler maupun ekspres dengan total kebutuhan anggaran Rp35,55 miliar.

Baca juga:  Ngenteg Linggih di Pura Gede Budeng, Bupati Kembang Serahkan BKK Rp 200 Juta

Diperkirakan, lebih dari 403 ribu penumpang dan 945 ribu kendaraan akan menerima manfaat langsung dari kebijakan tersebut.

Diskon diberikan dalam bentuk potongan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan atau setara rata-rata 21,9 persen dari total harga tiket. Stimulus berlaku di sejumlah lintasan utama, selain Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni (reguler dan eksekutif), lintasan di Pulau Bali, Ketapang–Gilimanuk dan Lembar–Padangbai juga diterapkan selama periode angkutan lebaran.

Kebijakan ini menyasar penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang tertentu, baik pada layanan reguler maupun eksekutif.

Pola operasional dermaga juga akan disesuaikan dengan kebutuhan pengaturan trafik. Pengguna jasa akan dilayani berdasarkan penempatan kapal dan dermaga yang telah ditetapkan, sehingga tidak ada pemilihan layanan berdasarkan preferensi, melainkan mengikuti sistem pengaturan demi menjaga kelancaran arus penyeberangan.

Baca juga:  Hujan Deras, Rumah Warga dan Jalan Seririt-Gilimanuk Terendam

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mengelola lonjakan trafik saat Lebaran.

“Melalui stimulus dan penerapan single tarif, kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berjalan lebih tertib, lancar, dan terjangkau. Ini bentuk sinergi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang aman sekaligus membantu masyarakat,” ujarnya, Minggu (22/2).

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, memastikan kesiapan sistem penjualan tiket dan koordinasi lintas sektor telah dimatangkan.

Baca juga:  Tersapu Angin Kencang Rumah Ketua RT di Gilimanuk Roboh

ASDP mengimbau masyarakat memesan tiket lebih awal melalui platform Ferizy yang dapat diakses sejak H-60 keberangkatan. Tiket dikirim melalui WhatsApp maupun email dengan dukungan pembayaran digital, sehingga calon penumpang dapat merencanakan perjalanan secara pasti dan menghindari antrean panjang di pelabuhan.

Pengguna jasa diwajibkan sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, datang sesuai jadwal yang tertera, serta mengisi data penumpang secara lengkap dan benar.

Pelayanan tidak hanya difokuskan pada aspek tarif yang terjangkau, tetapi juga pada pengaturan operasional dan kepastian jadwal, sehingga masyarakat dapat tiba di kampung halaman dengan aman. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN