Kondisi TPA Peh, Kaliakah. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, Desa Kaliakah, Kabupaten Jembrana, mengalami kelebihan kapasitas (overload) dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berdampak pada tertundanya pengiriman sampah pemudik dari Gilimanuk akibat keterbatasan sarana pengolahan di lokasi.

TPA open dumping ini sejatinya sudah sangat penuh. Hampir seluruh kawasan TPA sudah dipenuhi sampah. Hanya tersisa bangunan hanggar yang rencananya untuk mesin pengolahan sampah.

Permasalahan utama dipicu minimnya alat berat yang beroperasi. Saat ini, TPA Peh hanya mengandalkan satu unit eskavator, sementara empat unit lainnya dilaporkan rusak dan belum dapat difungsikan.

Baca juga:  Bali Sangat Siap Bangun PSEL, Kadis KLH Sebut Sudah Ada Lahan 6 Hektare

Kepala UPTD TPA Peh, Putu Ardana mengakui kondisi tersebut. Ia menyebutkan, keterbatasan alat berat membuat proses pengolahan sampah tidak berjalan optimal. “TPA sempat overload karena hanya mengandalkan satu alat berat. Empat unit lainnya rusak sehingga kami harus menyewa alat dari pihak swasta,” ujarnya.

Menurut Ardana, meskipun sampah masih bisa masuk ke area TPA, proses pemilahan dan penataan belum maksimal. Hal ini berimbas pada penumpukan sampah di sejumlah titik. Menurutnya alat yang ada tetap dioperasikan, namun karena hanya satu unit, penanganan belum bisa optimal.

Baca juga:  Mulai Meningkat, Kendaraan Wisatawan Domestik Masuk Bali

Ia menambahkan, perbaikan alat berat sebenarnya sudah dikoordinasikan dengan pihak bengkel. Namun, proses tersebut tertunda karena libur cuti bersama Lebaran 2026.

Pascahari raya, pengiriman sampah dari Gilimanuk dan wilayah lainnya mulai kembali berjalan. Khusus dari Gilimanuk, sekitar 9 ton sampah telah diangkut menggunakan dua truk menuju TPA Peh, termasuk yang sebelumnya menumpuk di TPS di dalam areal Pelabuhan Gilimanuk.

Meski demikian, keterbatasan alat berat membuat penanganan sampah kiriman tersebut belum sepenuhnya tertangani dengan baik. Di sisi lain, sampah harian dari wilayah lain juga terus berdatangan, sehingga semakin menambah beban pengolahan.

Baca juga:  Gubernur Bali Keluarkan Edaran Pengendalian Perjalanan Orang di Pintu Masuk Bali

UPTD TPA Peh berkomitmen mempercepat perbaikan seluruh alat berat yang rusak agar pengelolaan sampah dapat kembali normal. Ardana juga mengungkapkan, rencana pengadaan alat berat baru sebelumnya sempat diajukan, namun batal terealisasi akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Penataan operasional TPA sebelumnya dapat berjalan lancar saat semua alat masih berfungsi. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN