
NEGARA, BALIPOST.com – Operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Gilimanuk mulai digelar awal Maret. Polres Jembrana memastikan langkah antisipasi dilakukan lebih dini mengingat momentum Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan Hari Suci Nyepi pada 19 Maret 2026.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, Kamis (19/2), mengatakan, Operasi Ketupat Agung 2026 akan diawali dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) mulai 10 Maret 2026. Selanjutnya, operasi terpusat dimulai 13 Maret 2026.
Menurutnya, kesiapan sejak awal menjadi hal krusial agar arus mudik, arus balik, dan rangkaian Nyepi dapat berlangsung aman dan lancar. Evaluasi pengamanan tahun sebelumnya juga menjadi bahan perbaikan untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan di jalur penyeberangan Bali–Jawa.
Sejumlah strategi telah disiapkan, khususnya di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Di antaranya rekayasa lalu lintas menuju dan keluar pelabuhan, pengaturan kendaraan di Terminal Kargo Cekik, serta penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan. Pos Terpadu juga akan didirikan dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, instansi pelabuhan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Selain pengaturan arus kendaraan, pengawasan terhadap kesiapan rest area, sistem tiket elektronik, hingga antisipasi cuaca ekstrem turut menjadi perhatian. Pengamanan jalur prosesi Mekiis menjelang Nyepi juga masuk dalam skema pengamanan terpadu.
Sementara itu, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk, Didi Juliansyah, menyatakan kesiapan sarana dan prasarana penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk telah disusun. Pola operasi disesuaikan dengan kondisi normal, padat, hingga sangat padat.
Langkah antisipasi yang disiapkan antara lain optimalisasi buffer zone, penambahan armada kapal, serta penerapan delaying system guna mengendalikan kepadatan kendaraan di pelabuhan.
Pemerintah Kabupaten Jembrana juga menyatakan dukungan penuh terhadap kelancaran Operasi Ketupat Agung 2026. Koordinasi lintas instansi diperkuat, termasuk percepatan penanganan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan pelabuhan.
Dari hasil rapat koordinasi yang digelar sebelumnya, seluruh pihak sepakat menjaga komunikasi dan respons cepat terhadap dinamika di lapangan. Penguatan armada dan optimalisasi trip kapal telah disiapkan berbasis data pergerakan penumpang dan kendaraan. Dengan sinergi seluruh unsur, pelayanan bagi masyarakat, khususnya pemudik yang melintasi Gilimanuk saat Lebaran dan Nyepi 2026, diharapkan berjalan optimal tanpa kendala berarti. (Surya Dharma/balipost)










